Sarah Sechan Miris Peredaran Narkoba Sudah Masuk Dunia Anak
Dian Anditya Mutiara June 16, 2026 10:35 AM

 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA - Presenter Sarah Sechan mengaku prihatin dengan maraknya peredaran narkotika yang kini menyasar anak-anak.

Kekhawatiran itu menjadi salah satu alasan dirinya terlibat dalam film "MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula" yang mengangkat tema pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja.

Presenter Sarah Sechan terlibat dalam film drama anak-anak berjudul "MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula" karya sutradara Franklin Darmadi.

Sarah mengaku bersedia bergabung dalam proyek tersebut karena mengenal dekat sang sutradara dan tertarik dengan cerita yang mengangkat upaya memerangi sekaligus mencegah peredaran narkotika di kalangan anak-anak.

Baca juga: Gandeng Ponpes dan DKM, Begini Cara Pemkab Bogor Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba  

"Aku di sini jadi ibu kades. Seperti apa dia? Pokoknya karakternya misterius, enggak bisa ketebak," kata Sarah Sechan saat ditemui di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam.

Presenter berusia 52 tahun itu mengaku miris karena cerita dalam film tersebut sesuai dengan fakta yang terjadi saat ini, yakni peredaran narkotika yang telah menyasar anak-anak.

"Jujur ngeri sih lihat peredaran narkotika zaman sekarang, anak-anak sudah jadi korban," ucapnya.

Ungkap Cara Jauhkan Anak dari Narkoba

Saat ditanya mengenai cara melindungi anak dari bahaya narkoba, wanita bernama asli Sarah Meirizka Hardiany Sechan itu mengaku berusaha membuat anaknya aktif melakukan kegiatan positif.

"Kalau aku berusaha membuat anak sibuk untuk berolahraga," ungkapnya.

Menurut Sarah, ancaman narkotika tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karena itu, ia berharap film yang dibintanginya dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap 58 Kasus Narkoba, Sita 3,2 Kg Sabu dan 5.529 Etomidate

"Semoga lewat film ini peredaran narkotika yang bikin orang dewasa dan anak-anak bisa teratasi dan diberantas," ujarnya.

Film produksi PANEN Entertainment tersebut mendapat dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

BNN Sebut 312 Ribu Anak Muda Terpapar Narkoba

Deputi Bidang Pencegahan BNN, Irjen Pol Muhammad Zainul Muttaqien, mengatakan pihaknya mendukung film yang dijadwalkan tayang pada 6 Agustus 2026 itu karena sejalan dengan visi pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Menurut Zainul, berdasarkan data BRIN tahun 2023, terdapat 3,3 juta jiwa yang terpapar narkoba di Indonesia.

"Berdasarkan data dari BRIN di tahun 2023, ada 3,3 juta jiwa terpapar narkoba. Anak-anak berapa? Usia 15 sampai 25 tahun ada 312.000 orang terpapar," jelasnya.

"Artinya ada 9,5 persen dari jumlah tersebut anak-anak kita terpapar narkoba," lanjut Zainul.

BNN berharap film tersebut dapat mendukung Program Indonesia Emas 2045 melalui edukasi kepada masyarakat.

"Lewat film ini kami berharap menjadi pencegahan agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia menjadi korban atau terpapar narkotika," ujar Zainul.

Sinopsis Film MAJU

Film "MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula" merupakan film aksi remaja yang mengisahkan empat sahabat, yakni Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, yang melakukan survei lokasi kegiatan jambore bersama guru mereka, Pak Wira.

Perjalanan yang awalnya berlangsung penuh semangat berubah menjadi mimpi buruk ketika Bagas, yang belakangan menunjukkan perilaku aneh, tiba-tiba menghilang secara misterius setibanya mereka di desa lokasi perkemahan.

Film ini dibintangi oleh Bukie Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, Princesza Leticia, Bebe Gracia, Axandro J. ED, Aradhana Rahadi, Alby Ersani, serta sejumlah pemain lainnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.