Grid.ID - Orator aksi demonstrasi Mahasiswa di Gedung DPR MPR membuka ‘kelas singkat' Bahasa Prancis. Menurutnya, hal itu mereka dilakukan untuk mengikuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto di pidatonya yang lalu.
Hani, aktivis dari Paramadina mengajak para Mahasiswa yang melakukan demonstrasi mengikuti ‘kelas singkat’ Bahasa Prancis yang diajarkannya. Akan tetapi, yang diajarkan aktivis perempuan itu kata-kata dalam Bahasa Prancis yang berkaitan dengan aksi demonstrasi.
“Saya di sini mau mengajarkan teman-teman satu bahasa yang dari kemarin digaung-gaungkan oleh Prabowo oleh Bapak Prabowo,” ujar Hani di depan Gedung DPR MPR, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2026).
“Bapak Prabowo sempat bilang di pidatonya kalau kita di Indonesia akan belajar Bahasa Prancis. Maka di sini kita buka kelas singkat Bahasa Prancis,” sambungnya.
Kata pertama yang dikeluarkan sang orator yaitu Liberte. Jika di Bahasa Indonesiakan, jata ini memiliki arti merdeka.
“Yang pertama adalah Liberté! Merdeka!” ujarnya.
Kata kedua yang dilontarkan yaitu Egalite. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini berarti kesetaraan.
“Yang kedua adalah Égalité! Kesetaraan!” katanya.
“Dan yang terakhir, yang paling harus kita tekankan di antara kita semua mahasiswa adalah Fraternité! Kita semua harus bersatu!” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan Mahasiswa mengepung Gedung DPR MPR RI. Mereka datang berunjuk rasa dengan beberapa tuntutan yang dibawanya mulai dari terkait MBG hingga permintaan penurunan harga BBM.
Mahasiswa yang turun ke jalan terdiri dari berbagai Universitas. Selain dari GMNI, Mahasiswa yang hadir berasal dari Paramadina, STIAMI hingga Trilogi.