Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Benni Indo/Dya Ayu
SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA - Pemerintah Kota Malang secara resmi memulai proyek pengerjaan fisik perbaikan Jalan Gadang-Bumiayu, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, yang ditargetkan rampung pada November 2026 mendatang.
Langkah infrastruktur ini, langsung disambut antusias oleh 99,9 persen pedagang Pasar Gadang yang telah lama menantikan solusi atas kemacetan kronis, dan rusaknya akses jalan di kawasan tersebut.
Sementara itu dari wilayah Kota Batu, Pemerintah Desa Beji melakukan gebrakan dengan mengalihfungsikan bangunan bekas kantor desa lama menjadi pusat mal Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan galeri batik lokal.
Berikut ulasan selengkapnya:
Langkah nyata diambil Pemkot Malang dengan mulai memperbaiki Jalan Gadang-Bumiayu pada 15 Juni 2026.
Koordinator Pedagang Buah Pasar Gadang, Abdul Kodir menyatakan, rencana perbaikan jalan di kawasan Pasar Gadang ini sudah sangat lama dinanti oleh para pedagang.
“Alhamdulillah segera diperbaiki jalannya. Ini yang kami harapkan sejak lama,” kata Kodir saat ditemui di kiosnya, Senin (15/6/2026).
Kodir menilai, Pemkot Malang sudah bekerja secara maksimal untuk memperbaiki jalan tersebut.
Bahkan Kodir menyebut, rencana perbaikan jalan itu merepresentasikan hampir seluruh keinginan para pelaku usaha di sana.
“99,9 persen ingin jalan diperbaiki,” ujarnya.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Selasa 16 Juni 2026: Langit Cerah, Sejumlah Wilayah Udara Kabur
Selama ini, kondisi jalan yang rusak parah telah mengganggu arus lalu lintas dan mengakibatkan kemacetan kronis di kawasan Pasar Gadang.
Situasi kian semrawut lantaran di tengah kemacetan dan jalan rusak berlubang, terkadang sejumlah kendaraan distribusi juga nekat parkir untuk menurunkan barang.
Namun, dengan adanya perbaikan jalan ini, nantinya kendaraan distributor dipastikan tidak boleh lagi melakukan aktivitas bongkar muat di pinggir jalan.
“Jadi semuanya lancar karena jalannya bagus. Pemkot Malang sudah bekerja semaksimal mungkin,” terangnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyatakan, proyek ini tidak hanya sekadar memperbaiki jalan, melainkan sekaligus menata sistem perdagangan di Pasar Gadang.
Wahyu menegaskan, Surat Perintah Kerja (SPK) untuk proyek tersebut telah resmi ditandatangani dan pekerjaan fisik akan segera dimulai.
“Pada tanggal 15 Juni kami memulai pekerjaan Jalan Gadang Bumiayu. Ini untuk memperlancar akses dari perempatan Gadang sampai ke Bumiayu,” kata Wahyu, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan kontrak kerja, proyek tersebut memiliki durasi pengerjaan selama 172 hari kalender. Jika berjalan sesuai jadwal, pembangunan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
“SPK sudah ditandatangani. Sesuai kontrak pekerjaannya 172 hari dan selesai akhir November 2026,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Malang meminta pelaksana proyek untuk mempercepat pengerjaan hingga hanya membutuhkan waktu sekitar 150 hari saja.
Sisa waktu sekitar 22 hari nantinya akan digunakan untuk proses evaluasi dan penyempurnaan apabila masih terdapat detail pekerjaan yang belum selesai.
“Kami meminta pihak ketiga menyelesaikan dalam 150 hari. Sisanya untuk evaluasi apabila masih ada pekerjaan yang perlu dibenahi,” ujarnya.
Wahyu juga mengakui jika keterlambatan pelaksanaan proyek ini sempat menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Akan tetapi, Wahyu menegaskan, seluruh tahapan harus dilalui secara prosedural sesuai aturan yang berlaku, mulai dari proses lelang hingga penetapan pemenang pekerjaan.
“Banyak yang bertanya kenapa mundur dan kapan jalannya selesai. Tapi semua ada prosesnya. Harus lelang, ada pengumuman dan tahapan lain yang harus dilalui,” katanya.
Pemerintah Desa (Pemdes) Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur resmi mengalihfungsikan bangunan kantor desa lama di Jalan Ir Soekarno menjadi Mal Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan galeri batik khas setempat.
Alih fungsi aset desa seluas 900 meter persegi tersebut dilakukan menyusul perpindahan pusat pelayanan administrasi dan aktivitas kedinasan Pemdes Beji ke lokasi baru di Jalan Sawahan Bawah, Desa Beji, Kecamatan Junrejo.
Langkah pemindahan ini diambil lantaran kompleks kantor desa yang baru dinilai memiliki area yang jauh lebih luas dan representatif dalam menunjang pelayanan publik dibandingkan dengan bangunan lama.
Kepala Desa Beji, Deny Cahyono mengatakan, bangunan bekas kantor desa berukuran 900 meter persegi itu nantinya akan dijadikan pusat pemasaran produk UMKM milik warga Desa Beji yang selama ini terkenal dengan komoditas tempe dan batik tempe.
“Benar. Kantor desa yang lama akan kami jadikan Mall UMKM sekaligus galeri batik. Tempatnya di pinggir jalan besar, sehingga kami rasa lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau wisatawan,” kata Deny Cahyono, Senin (15/6/2026).
Baca juga: Selesai Demo Buka Laptop, Ocha Mahasiswi UB Kerjakan Tugas di Trotoar: Kakek Saya Petani Terdampak
Keputusan untuk memfasilitasi wadah berupa Mal UMKM bagi para pelaku usaha binaan ini tercetus karena selama ini sejumlah produk unggulan Desa Beji masih dipasarkan secara terpisah di rumah-rumah warga yang difungsikan sebagai galeri mandiri.
Oleh karena itu, demi mempermudah wisatawan sekaligus agar seluruh produk lokal dapat terpusat di satu tempat, pihak pemerintah desa akhirnya menginisiasi pembuatan Mal UMKM di bangunan bekas kantor desa tersebut.
“Nanti akan ada produk batik tempe beji (Bateji,red) yang memang menjadi produk andalan desa kami, kemudian ada kerajinan peralatan dapur dan aneka olahan tempe,” jelas Deny.
Untuk sementara waktu, saat ini UMKM yang berada di bawah naungan desa tercatat ada sebanyak delapan pelaku UMKM olahan tempe.
Sementara itu, untuk pengembangan kerajinan batik digerakkan oleh para pegiat di masing-masing lingkungan RW melalui program pembinaan serta pelatihan dari pemerintah desa.
Baca juga: Pendapatan Daerah Kota Batu Tahun 2025 Tembus Rp1,09 Triliun, SiLPA Sebesar Rp126,22 Miliar
“Kami sudah anggarkan peralatan pendukung produksi melalui dana desa untuk pengembangan UMKM lokal" ujar Deny.
"Harapan kami ke depan produk desa kami dapat berkolaborasi dengan UMKM lainnya agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar untuk masyarakat,” imbuhnya.
Mengenai linimasa pengerjaan, proyek renovasi bangunan kantor desa yang lama ini, dijadwalkan mulai dikerjakan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 resmi disahkan.
Jika berjalan sesuai dengan rencana, Mal UMKM dan galeri batik Desa Beji ditargetkan bisa mulai beroperasi penuh pada awal tahun 2027 mendatang.