Curhat Mahasiswa Unindra Ikut Demo di Jakarta, Berhemat hingga Cari Job Tambahan Demi Bertahan Hidup
Ika Putri Bramasti June 16, 2026 09:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok semakin dirasakan oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, banyak mahasiswa harus mencari cara agar kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan tetap terpenuhi.

Sebagian dari mereka bahkan memilih mencari pekerjaan tambahan di sela-sela aktivitas perkuliahan untuk menambah pemasukan.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya bertahan menghadapi tekanan ekonomi yang semakin terasa.

Salah satunya dialami Hafizh (21), mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).

Hafizh (21), mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) harus lebih cermat mengatur pengeluaran sekaligus mencari pekerjaan tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.
Hafizh (21), mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) harus lebih cermat mengatur pengeluaran sekaligus mencari pekerjaan tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Baca juga: Apakah ada Demo di Jakarta Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Pelajari Rute Menjauh dari Kemacetan Ini

Ia mengaku harus lebih cermat mengatur pengeluaran sekaligus mencari pekerjaan tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

Menurut Hafizh, dampak kenaikan harga sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya harga BBM, tetapi juga berbagai kebutuhan pokok yang ikut mengalami kenaikan.

“Itu sangat berpengaruh. Ketika Pertamax naik, otomatis masyarakat beralih ke Pertalite. Ketika permintaan banyak dan suplai sedikit, pasti ada efek domino ke depannya,” kata Hafizh saat ditemui di sela-sela demo di Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Ia menilai kenaikan harga bahan pokok juga memberikan tekanan besar bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi.

“Nah, yang kedua adalah ketika harga bahan pokok naik, semuanya naik. Itu kan agak susah, apalagi di sektor ekonomi, itu sangat berasa,” ujarnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pengelolaan keuangan pribadinya.

Jika sebelumnya pengeluaran masih dapat dikelola dengan lebih longgar, kini Hafizh harus lebih selektif dan berhemat agar uang yang dimilikinya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan.

“Menghemat sih. Jadi menghemat gitu ya. Iya, berkurang,” ucapnya saat ditanya mengenai uang saku sehari-hari.

Menurut Hafizh, kondisi tersebut membuat porsi uang yang bisa disisihkan semakin kecil dibandingkan sebelumnya.

“Iya, betul,” katanya saat ditanya apakah tabungan yang bisa dikumpulkan kini semakin sedikit.

Kuliah Sambil Cari Kerja Tambahan

Di tengah meningkatnya biaya hidup, Hafizh mengaku tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber pemasukan.

Ia kini berupaya mencari pekerjaan tambahan dan mengambil berbagai pekerjaan sampingan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dan ada sambilan juga. Misalkan kita nggak bisa mengandalkan satu pekerjaan, di mana kita harus ngambil beberapa job untuk kehidupan kita sendiri,” tuturnya.

Bagi Hafizh, mencari pekerjaan saat ini juga bukan perkara mudah. Ia menilai persaingan kerja semakin ketat, sementara kebutuhan hidup terus meningkat.

“Untuk mencari kerja juga agak susah di era sekarang. Karena untuk lulusan S1, gajinya minim, tapi syarat untuk diterima kerja itu sangat tinggi,” katanya.

Karena itu, ia memilih tetap mencari berbagai peluang pekerjaan sambil menjalani perkuliahan.

Orang Tua Ikut Terdampak

Tekanan ekonomi, kata Hafizh, tidak hanya dirasakan dirinya sebagai mahasiswa, tetapi juga keluarganya di rumah.

Meski masih tinggal bersama orang tua, ia melihat harga kebutuhan sehari-hari semakin mahal dibandingkan sebelumnya.

“Untuk bahan-bahan sendiri sama sih, lebih mahal juga,” ujarnya.

Selain itu, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat banyak pekerja merasa waswas, termasuk ayahnya.

“Banyak yang di kantor-kantor, banyak PHK kan pastinya. Sampai bapak saya sendiri harus bekerja keras biar nggak kena PHK,” kata Hafizh.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang semakin berat itulah yang membuat banyak mahasiswa dan masyarakat menyuarakan keresahan mereka, termasuk melalui aksi demonstrasi yang digelar belakangan ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.