TRIBUN-SULBAR.COM- Tahun Baru Islam atau 1 Muharram menjadi penanda dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di berbagai belahan dunia.
Berbeda dengan kalender Masehi yang mengacu pada peredaran matahari, kalender Hijriah menggunakan sistem qamariyah atau peredaran bulan.
Penanggalan ini menjadi dasar pelaksanaan sejumlah ibadah penting dalam Islam, mulai dari puasa Ramadan, Idulfitri, Iduladha, hingga ibadah haji.
Baca juga: Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, 3.000 Warga Ikuti Pawai Obor di Mamuju Tengah
Baca juga: Warga Padati Stadion HS Mengga Polman Tunggu Kedatangan Jemaah Haji Kloter 19
Pada tahun ini, 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026.
Penetapan kalender Hijriah bermula pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.
Saat itu, pemerintahan Islam membutuhkan sistem penanggalan yang lebih jelas untuk keperluan administrasi dan surat-menyurat.
Setelah melalui musyawarah bersama para sahabat, disepakati bahwa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan titik awal penanggalan Islam.
Dari peristiwa tersebut lahirlah kalender Hijriah yang digunakan hingga sekarang.
Bagi umat Islam, Muharram bukan sekadar bulan pembuka tahun.
Bulan ini termasuk satu dari empat bulan yang dimuliakan (al-asyhur al-hurum), sehingga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.
Pergantian tahun Hijriah juga dimaknai sebagai waktu refleksi, evaluasi diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Amalan Sunnah yang Dianjurkan pada 1 Muharram
Mengutip Baznas, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat memasuki Tahun Baru Islam.
1. Memperbanyak doa dan dzikir
Awal tahun Hijriah menjadi momen untuk memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, dan kemudahan menjalani kehidupan pada tahun yang baru.
2. Melakukan muhasabah atau introspeksi diri
Muhasabah dilakukan dengan mengevaluasi perjalanan hidup dan kualitas ibadah selama setahun terakhir. Dari proses ini, seseorang dapat menentukan langkah perbaikan ke depan.
3. Memperbanyak istighfar
Istighfar menjadi bentuk kesadaran manusia atas kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Memohon ampun kepada Allah SWT di awal tahun diharapkan menjadi pembuka lembaran baru yang lebih baik.
4. Menyusun resolusi Islami
Tahun baru Hijriah dapat dijadikan momentum menetapkan target yang bernilai ibadah, seperti meningkatkan kualitas salat, rutin membaca Al-Qur'an, memperbanyak sedekah, menjaga lisan, hingga memperbaiki akhlak.
5. Memperbanyak sedekah
Sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sedekah tidak selalu berupa materi, tetapi juga tenaga, ilmu, dan perbuatan baik.
Muharram memiliki sejumlah keutamaan dalam Islam.
Pertama, Muharram termasuk empat bulan yang dimuliakan bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan maksiat.
Kedua, Muharram dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan ini sebagai puasa sunnah paling utama setelah Ramadan.
Di antara puasa yang paling dikenal adalah Puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram.
Ketiga, Muharram menjadi pengingat tentang makna hijrah, yakni perubahan menuju kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan ibadah, perbaikan akhlak, serta kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian angka dalam kalender, tetapi juga momentum memperbarui niat dan langkah menuju kehidupan yang lebih baik.(*)