Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, 3.000 Warga Ikuti Pawai Obor di Mamuju Tengah
Abd Rahman June 16, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Ribuan warga memadati jalanan Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Senin malam (15/6/2026) dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. 

Pawai obor ini diikuti ribuan peserta dari kalangan santri, santriwati, anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), serta warga dan orang tua peserta.

Pantauan Tribun Sulbar, para peserta berkumpul terlebih dahulu di pelataran Tugu Benteng, Simpang Tiga Tobadak, dengan membawa obor bambu masing-masing. 

Baca juga: Tangis Pilu Pengantin Wanita di Majene saat Bersimpuh di Samping Jenazah Calon Suami

Baca juga: Wakil Bupati Pasangkayu Herny Agus Apresiasi Persetujuan Ranperda Jaminan Kesehatan Daerah

Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme peserta tetap tinggi. 

Iring-iringan pawai berjalan tertib menyusuri jalan dari Bundaran Tugu Benteng Kayu Mangiwang Simpang Tiga Tobadak menuju kawasan Topoyo, dan berakhir di Masjid Al-Arsal, di Jalan Poros Topoyo-Tumbu.

Sepanjang perjalanan, lantunan shalawat terus menggema dari barisan peserta.

Sementara kerlip cahaya obor menciptakan suasana religius dan penuh kebersamaan. 

Pawai obor ini merupakan tradisi rutin masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk syiar Islam serta ajang mempererat tali silaturahmi.

Pawai dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary, yang didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kapolres, serta jajaran pejabat lainnya. 

Personel kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Banser juga dikerahkan mengawal dan mengamankan arus lalu lintas di sepanjang rute.

Wakil Bupati Askary mengungkapkan bahwa animo masyarakat sangat besar, dengan sekitar 3.000 lebih peserta dari kalangan pondok pesantren, organisasi masyarakat, dan kaum muslim umumnya. 

"Setiap tahun kami peringati, tapi baru tahun ini animo masyarakat begitu besar," ujarnya di halaman Masjid Al-Arsal Topoyo. 

Ia berharap perayaan ini menjadi momentum menyatukan kebersamaan umat serta membawa kebaikan bagi bangsa, daerah, dan masyarakat ke depan.

Sementara itu, Ketua MUI Mamuju Tengah, Kyai Muda Muhammad Anwar Hasan, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme yang melebihi perkiraan. 

"Prediksi awal kita hanya sekitar 1.500 hingga 2.000 orang, namun yang hadir justru melebihi prediksi," ungkapnya. 

Sekitar 48 pimpinan pesantren dan ormas dilibatkan untuk menyukseskan kegiatan ini.

Rangkaian acara diawali dengan zikir dan doa akhir tahun 1447 Hijriah serta awal tahun 1448 Hijriah. 

Setelah long march, acara ditutup dengan pemberian doorprize kepada para jamaah di lokasi finish.(*)


Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.