TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Minggu siang kemarin, Senin (15/6/2026) seharusnya menjadi hari dengan aktivitas seperti biasanya bagi keluarga besar Warung Bakso dan Mie Ayam ABC di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Lokasi Warung Bakso dan Mie Ayam ABC berada di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan.
Para karyawan melayani pelanggan seperti biasanya, sementara sebagian pekerja beristirahat di lantai atas bangunan yang telah mereka tempati bertahun-tahun bekerja.
Namun sekitar pukul 13.10 Wita, suasana mendadak berubah menjadi kepanikan.
Asap muncul dari bagian atas bangunan, tepat di area plafon lantai dua.
Baca juga: 1,5 Jam Damkar Tarakan Padamkan Api Bangunan Bakso dan Mie Ayam ABC, Kerumunan Warga Hambat Petugas
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melalap bangunan yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah bagi tujuh orang pekerja, dan pemilik Warung Bakso dan Mie Ayam ABC.
Di saat kebakaran terjadi, Marno, pemilik Warung Bakso dan Mie Ayam ABC, sedang berada di Kelurahan Sebengkok, Tarakan.
Kabar mengejutkan itu diterimanya melalui telepon.
"Kalau posisi saya lagi di Sebengkok tadi.
Terus terima info sekitar jam satu-an.
Langsung ke sini pakai motor," ujar, Marno saat ditemui di lokasi kebakaran, pada Senin (15/6/2026) kemarin.
Perjalanan yang biasanya terasa singkat berubah menjadi penuh kecemasan.
Setibanya di lokasi, pemandangan yang dilihatnya membuat hatinya tak karuan.
Api sudah membesar.
Bangunan yang selama ini menjadi tempat usaha sekaligus tempat beristirahat para pekerjanya, perlahan dilahap si jago merah.
"Sampai di sini kondisi api sudah besar sekali," katanya lirih.
Saat kejadian, warung masih buka dan melayani pembeli.
Empat pekerja berada di area penjualan, sementara satu orang lainnya sedang beristirahat di bagian atas bangunan.
Dan sisanya beristirahat di gedung belakang, terpisah dari warung.
Satu pekerjanya, Lukas nyaris jadi korban jika ia tak bangun tidur di kamarnya tempat istirahat di lantai 2, sumber api muncul.
Beruntung seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri.
Menurut informasi yang diterimanya dari para karyawan, api diduga berasal dari bagian plafon lantai dua.
Baca juga: Breaking News Warung Bakso dan Mie Ayam ABC di Mulawarman Tarakan Terbakar, Api Muncul di Lantai Dua
"Informasi dari anak buah, konsleting listrik.
Posisinya di atas yang habis.
Anak-anak lagi jualan di bawah.
Yang istirahat ada tiga orang.
Katanya pas bangun sudah ada asap di atas," ungkapnya.
Tak ada tanda-tanda yang sebelumnya membuat mereka curiga.
Bangunan yang disewa sejak 2017 itu selama ini digunakan sebagaimana mestinya.
Aktivitas usaha berjalan normal, begitu pula aliran listrik yang menurut Marno jarang mengalami gangguan.
"Enggak ada tanda-tanda sebelumnya.
Ini memang jaringan listrik lama.
Selama nyewa di sini enggak pernah ngecek-ngecek juga," ujarnya.
Warung Bakso dan Mie Ayam ABC bukanlah usaha yang baru berdiri kemarin sore.
Sebelum menempati lokasi saat ini, usaha tersebut lebih dulu dikenal masyarakat Tarakan ketika masih berjualan di kawasan Jembatan Besi.
Nama Bakso ABC perlahan tumbuh menjadi salah satu usaha kuliner yang memiliki pelanggan tetap.
Karena itu, kebakaran tersebut bukan hanya menghanguskan bangunan dan barang-barang, tetapi juga menyimpan kenangan serta perjalanan panjang usaha yang telah dibangun bertahun-tahun.
Di antara puing-puing yang menghitam, berbagai aset usaha terlihat tak lagi berbentuk.
Freezer, kulkas, mesin cuci, CCTV, meja hingga perlengkapan rumah tangga hangus terbakar.
"Yang habis terbakar barang-barang semua.
Ada CCTV, kulkas, mesin cuci, freezer, meja dan barang-barang rumah tangga lainnya," kata Marno.
Kerugian yang ditanggung pun tidak sedikit.
Perkirannya di atas Rp100 jutaan.
Bahkan mungkin juga sampai Rp200 jutaan.
Baca juga: Cerita Lukas Pekerja Bakso dan Mie Ayam ABC, Saat Bangun Tidur Kamar Penuh Asap, Hanya Bisa Bawa HP
Namun dari seluruh kerugian yang dialami, ada satu hal yang paling membuat keluarga dan para pekerja terpukul.
Yakni uang tunai sekitar Rp 60 juta yang ikut terbakar di lantai dua bangunan.
Uang itu bukan hasil satu hari penjualan.
Sedikit demi sedikit dikumpulkan selama beberapa hari terakhir, dan rencananya akan disetorkan kepada pemilik usaha pada Minggu malam atau tadi malam.
Keponakan Marno, bernama Warno, yang sehari-hari ikut membantu usaha tersebut, mengaku uang itu memang masih tersimpan di lantai 2.
Pamannya, Marno mempercayakan kepada pekerjanya untuk menyimpan di lantai dua.
"Biasanya sekitar satu minggu baru disetor ke rumah bos," ujarnya.
Minggu malam seharusnya menjadi waktu penyetoran.
Namun takdir berkata lain.
"Malam ini (tadi malam, Red) sebenarnya mau setoran," kata Warno.
Uang puluhan juta rupiah tersebut disimpan di lantai dua bangunan yang menjadi bagian paling parah dilalap api.
Ketika kebakaran terjadi, tak ada kesempatan untuk menyelamatkannya.
Tampak kondisi uang sebagian tak utuh, sebagian lagi dalam kondisi hangus terbakar.
Uang tersebut telah disusun dan diikat dengan rapi.
Namun sebagian uang juga masih terlihat nomor serinya.
Oleh warga menyarankan pemilik untuk menukarkan uang itu ke Bank Indonesia.
Sebagian transaksi memang dilakukan secara digital melalui QRIS.
Namun uang tunai yang tersimpan selama beberapa hari itu diperkirakan ikut hangus bersama bangunan.
Kini yang tersisa hanyalah puing-puing dan rangka bangunan yang menghitam.
Marno belum bisa memastikan apakah usahanya akan kembali berdiri di lokasi yang sama, atau harus mencari tempat baru.
Keputusan tersebut masih menunggu pembicaraan dengan pemilik bangunan yang selama ini disewanya.
"Belum tahu nanti bagaimana.
Nanti kami bicarakan dulu dengan pemilik.
Kalau tetap di sini atau bagaimana, saya belum bisa ngomong sekarang, tapi saya udah hubungi koko pemilik gedung ini," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah