Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Upaya memperkuat posisi Aceh melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) terus dimatangkan.
Pemerintah Aceh, pimpinan DPRA, dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh kembali berembuk menyamakan langkah guna memperjuangkan perubahan regulasi tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jakarta, pada Senin (15/6/2026) malam itu, para pemangku kepentingan tersebut kompak membahas revisi UUPA secara intens selama tiga jam, mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.30 WIB.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada penguatan kewenangan dan fiskal Aceh dalam revisi UUPA.
“Duduk bersama sangat penting, sebab membahas revisi UUPA sama dengan menata masa depan Aceh,” kata Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.
Baca juga: Yang Tak Masuk Pasal: Dua Dasawarsa Menunggu Giliran Kebudayaan Aceh dalam Revisi UUPA
Nurlis mengungkap, bahwa secara khusus, Mualem mengarahkan agar seluruh pembahasan revisi UUPA tetap terfokus pada dua isu strategis tersebut.
Menurut dia, untuk memastikan diskusi berjalan sesuai arah yang ditetapkan, Mualem menugaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, memandu jalannya pertemuan.
Membuka pertemuan, Sekda Aceh menyampaikan apresiasi dari Gubernur Aceh kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat mengawal proses revisi UUPA.
“Semuanya tak mengenal lelah dalam mengawal revisi UUPA.
Begitu juga para tim dari Pemerintah Aceh dan para akademisi serta tokoh masyarakat Aceh yang terlibat dalam pengawalan revisi UUPA ini,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua DPRA, Zulfadhli.
Menurutnya, Forbes Aceh memiliki peran penting dalam mengawal perjuangan revisi UUPA di tingkat nasional.
“Kita menggodok revisi UUPA di Aceh, dan merekalah yang sangat berperan di DPR-RI dan sangat memperhatikan Aceh.
Luar biasa peran Forbes Aceh, mereka sangat peduli pada Aceh,” kata pria yang akrab dikenal Abang Samalanga itu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forbes DPR RI dan DPD RI asal Aceh, TA Khalid, menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki kontribusi penting sesuai kapasitas masing-masing dalam memperjuangkan revisi UUPA.
“Paling penting di sini adalah kita berada dalam satu bahasa dan satu tujuan, yaitu untuk kepentingan Aceh.
Mari kita bekerja maksimal untuk Aceh. Kita jaga cara berkomunikasi yang baik dengan semua pihak,” katanya.
Di akhir pertemuan, seluruh peserta diskusi menyepakati pentingnya menjaga fokus perjuangan revisi UUPA pada penguatan kewenangan dan fiskal Aceh sebagai dua aspek yang dinilai paling strategis bagi masa depan daerah.
“Kita bekerja dan berusaha sesuai dengan jalur politik kita masing-masing yang berada di berbagai partai politi,” kata Khalid.
Diketahui, dalam pertemuan itu, dari unsur Forbes Aceh hadir juga empat anggota lainnya, yakni Nasir Djamil, Ghufran Zainal Abidin, Muslim Aiyub, dan Teuku Ibrahim.
Sementara dari DPRA, Abang Samalanga didampingi para Wakil Ketua DPRA, yakni Saifuddin Muhammad, Ali Basrah, dan Salihin.
Tak hanya itu, sejumlah pimpinan fraksi di DPRA juga turut mengikuti diskusi tersebut.(*)