TRIBUNNEWS.COM - Angin segar sekaligus ujian berat tengah menanti para penggawa bulu tangkis Malaysia di ajang Macau Open yang dimulai hari ini Selasa (16/6/2026).
Dua pilar senior, Lee Zii Jia dan Tan Wee Kiong, harus segera memasang kuda-kuda kokoh.
Langkah awal mereka langsung dihadang oleh barisan talenta muda Indonesia yang siap meledak dan menjegal di babak pertama.
Bagi Lee Zii Jia, laga pembuka ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan panggung penebusan dosa.
Setelah menelan pil pahit akibat tersingkir pada babak awal Australian Open di Sydney pekan lalu, tunggal putra profesional ini dipatok wajib menang.
Kali ini, Lee Zii Jia dijadwalkan bersua dengan pemain berusia 21 tahun, Prahdiska Bagas.
Sejatinya, Zii Jia yang kini berusia 28 tahun diplot untuk menantang semifinalis Australian Open, Moh Zaki Ubaidillah.
Namun, mundurnya pebulu tangkis berusia 18 tahun tersebut mengubah peta persaingan dan mempromosikan beberapa pemain dari babak kualifikasi.
Kendati Prahdiska Bagas Shujiwo berstatus sebagai unggulan ketujuh dan di atas kertas bukan lawan yang mudah.
Baca juga: Ginting dan Ubed Ditarik Mundur dari Macau Open 2026, Pelatih Beberkan Penyebabnya
Pencinta bulu tangkis Negeri Jiran terlanjur menaruh harapan besar agar mantan juara All England ini segera bangkit dari keterpurukan.
Perjalanan Zii Jia memang sedang terjal. Akibat rentetan hasil minor, posisinya merosot ke peringkat 64 dunia.
Imbasnya, ia terpaksa merangkak dari turnamen level bawah demi mendulang poin.
Misi besarnya saat ini adalah menembus jajaran 32 besar dunia agar bisa kembali bersaing di turnamen elite berlevel Super 750 ke atas.
Selain Zii Jia, sektor tunggal putra Malaysia juga menurunkan Aidil Sholeh Ali Sadikin yang langsung menantang unggulan utama asal Hong Kong, Angus Ng Ka Long.
Sementara itu, Eogene Ewe akan bersua Jason Gunawan (Hong Kong), Justin Hoh berhadapan dengan Kanthaphon Wangcharoen (Thailand), dan Cheam June Wei ditantang wakil tuan rumah, Pui Pang Fang.
Bergeser ke sektor ganda putra, tensi panas juga menyelimuti pasangan senior Tan Wee Kiong/Nur Azriyn Ayub.
Menyandang status sebagai unggulan teratas, mereka justru harus langsung baku hantam dengan duet baru Indonesia, Putra Erwiansyah/Bagas Maulana.
Tan mengaku buta terhadap kekuatan lawan dan merasa seperti berjalan di kegelapan tanpa peta.
"Kami mungkin berstatus unggulan pertama, tetapi lawan kami adalah pasangan baru. Kami belum pernah bertanding melawan mereka," ungkap Tan Wee Kiong mengutip The Star.
Bagas Maulana yang berusia 27 tahun merupakan pemain yang kenyang pengalaman.
Sedangkan tandem mudanya, Putra berusia lebih muda, 22 tahun, diprediksi akan menjadi motor serangan yang menyuntikkan daya ledak serta tenaga ekstra dalam duet baru tersebut.
Absennya sebagian besar ganda putra utama di bawah naungan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) membuat beban pembuktian kini bertumpu pada pundak Tan/Azriyn beserta barisan pemain pelapis lainnya.
Sementara itu, di sektor tunggal putri, tumpuan asa Malaysia akan diwakili oleh Goh Jin Wei dan S. Kisona yang siap ikut bertarung habis-habisan.
(Tribunnews.com/Niken)