TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Jemaah haji asal Polewali Mandar (Polman) tidak kembali dengan utuh.
Dua di antaranya meninggal dunia di Tanah Suci Makkah.
Keduanya yakni Abdul Wahab (64) dan Suraten Kromo Dongso.
Abdul Wahab merupakan jemaah haji asal Kecamatan Tinambung.
Ia tergabung dalam Kloter 19 dan meninggal dunia pada Kamis (4/6/2026).
Sementara Suraten Kromo Dongso merupakan warga Kecamatan Wonomulyo.
Baca juga: Tiba di Polman, Jamaah Haji Bawa Boneka Unta dan Kenakan Pakaian Berhias Manik
Baca juga: Warga Padati Stadion HS Mengga Polman Tunggu Kedatangan Jemaah Haji Kloter 19
Ia meninggal dunia pada Sabtu (12/6/2026).
Almarhumah mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Medical Makkah Center Tan'im, Arab Saudi.
Kedua jenazah jemaah haji tersebut tidak dipulangkan ke Tanah Air dan telah dimakamkan di Tanah Suci.
Sementara itu, seluruh jemaah haji asal Polman yang tergabung dalam Kloter 11 dan Kloter 19 dengan total 550 orang telah tiba kembali di Polman.
“Selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini, ada dua jemaah haji yang meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah,” kata Kasi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Polman, Lukman Daris, kepada wartawan.
Ia menyampaikan kedua jemaah haji tersebut jatuh sakit saat menjalankan ibadah haji.
Mereka sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit hingga mengembuskan napas terakhir.
Lukman menyebut barang bawaan serta koper milik almarhum tetap dikembalikan kepada pihak keluarga.
Selain itu, jajaran Kementerian Agama Polman juga telah melakukan kunjungan takziah ke rumah duka.
“Kunjungan dilakukan sebagai bentuk empati dan belasungkawa yang mendalam, sekaligus memberikan dukungan moral secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Selain menyampaikan rasa duka, jajaran Kementerian Agama Polman juga berkoordinasi dengan keluarga terkait informasi lanjutan serta administrasi yang berkaitan dengan proses di Tanah Suci.
Keluarga yang ditinggalkan pun didoakan agar senantiasa diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
Para jemaah haji disambut ratusan warga yang lebih dulu memadati pelataran Stadion HS Mengga.
Jemaah haji tersebut diangkut menggunakan delapan bus dari Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Bus memasuki kawasan stadion melalui pintu samping dan masuk ke area lapangan.
Satu per satu jemaah haji turun dari bus menuju pintu utama stadion yang telah dipadati keluarga penjemput.
Warga yang telah lama menunggu tampak melambaikan tangan, disertai isak tangis haru dan bahagia.
Para jemaah haji tampak mengenakan busana khas haji, termasuk kebaya berwarna-warni yang dihiasi manik-manik.
Untuk diketahui, sebanyak 113 Jemaah Calon Haji (JCH) kategori lanjut usia (lansia) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diberangkatkan pada musim haji 2026.
Total jemaah haji asal Polman tahun ini mencapai 552 orang yang berasal dari 16 kecamatan.
Adapun jumlah jemaah haji kategori usia 65 hingga 75 tahun sebanyak 85 orang.
Sementara kategori usia 76 hingga 85 tahun sebanyak 22 orang.
Untuk kategori usia 86 hingga 95 tahun tercatat sebanyak enam orang.
Jemaah tertua bernama Saleha (95), berasal dari Kecamatan Limboro.
Sedangkan jemaah termuda berusia 17 tahun bernama M Alif Akbar, berasal dari Kecamatan Wonomulyo.
"Tahun ini pemberangkatan jemaah haji lansia sebanyak 113 orang," kata Kasi Haji Kementerian Agama Polman, Manju Idris, kepada wartawan.
Ia menyampaikan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh calon jemaah haji dilakukan secara intensif.
Hal itu mengingat banyaknya calon jemaah haji yang masuk kategori lansia, rentan, dan perempuan.
Manju menyebut jumlah calon jemaah haji perempuan sebanyak 394 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 158 orang.
Calon jemaah haji yang berprofesi sebagai petani sebanyak 50 orang, sedangkan pekerja swasta sebanyak 110 orang.
Sementara calon jemaah haji yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 107 orang dan ibu rumah tangga sebanyak 251 orang. (*)