Sedih Lihat Konflik dengan Sarwendah, Karakter Asli Ruben Onsu Diungkap Inul Daratista: Hebatnya Dia
Murhan June 16, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Melihat konflik Ruben Onsu, dan mantan istrinya, Sarwendah, yang hingga kini belum juga menemukan titik temu membuat Inul Daratista sedih.

Inul mengaku, persoalan yang berlarut-larut hanya akan semakin menguras emosi kedua belah pihak.

Apalagi, ketika di dalamnya juga menyangkut kepentingan anak-anak.

Memang, perseteruan Ruben dan Sarwendah bermula dari pengakuan Ruben yang merasa dipersulit untuk bertemu anak-anaknya.

Polemik tersebut kemudian merembet ke berbagai persoalan lain, mulai dari hak asuh, harta pascacerai, pola pengasuhan anak, hingga kedekatan anak-anak dengan kekasih Sarwendah, Giorgino Antonio.

Di tengah situasi yang terus berkembang, Inul berharap permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan kekeluargaan.

Baca juga: Bongkar Soal Sarwendah, Betrand Peto Kuak Doktrin Agar Adik-adiknya Benci Ruben Onsu Gegara Mualaf

Inul menilai, apa pun persoalan yang sedang dihadapi, komunikasi yang baik tetap menjadi jalan terbaik untuk mencari solusi.

"Kalau memang dua-duanya ada masalah, diselesaikan secara kekeluargaan aja," ujar Inul Daratista, dikutip Tribunnews dari YouTube Mantul Infotainment, Selasa (16/6/2026). 

Ia juga menegaskan bahwa pesannya tersebut ditujukan kepada kedua belah pihak, baik Ruben maupun Sarwendah.

"Baik itu Mbak Sarwendah atau Uben," ujar Inul.

Meski mengaku tidak berpihak, Inul mengatakan dirinya mengenal Ruben sebagai sosok yang baik dan bertanggung jawab.

"Karena aku tahu kalau Uben, bukan berpihak ya, aku tahu Uben seperti apa, baiknya seperti apa, dan hebatnya dia menjadi seorang laki-laki seperti apa," tegasnya. 

Di sisi lain, pelantun Buaya Buntung itu tak menampik rasa sedihnya melihat konflik yang dialami kedua sahabatnya.

Ia kemudian menyinggung kisah rumah tangga Maia Estianty dan Ahmad Dhani yang sempat diwarnai perseteruan panjang setelah berpisah.

"Sedih banget lah, (melihat konflik Ruben dan Sarwendah). "

"Cuma saya yakin melihat kisah-kisah seperti ini, kita lihat sosok Bunda Maya dulu seperti apa sama Mas Dani, ya."

Menurut Inul, waktu pada akhirnya akan membantu anak-anak memahami situasi yang terjadi di antara kedua orang tuanya.

"Insyaallah kalau anaknya sudah besar-besar, pasti akan mencari orang tuanya kok."

Ia juga meyakini bahwa meskipun mantan suami dan istri tidak menemukan jalan keluar atas persoalan mereka, anak-anak pada akhirnya akan dapat mengerti keadaan tersebut.

"Kalau memang misalkan tidak ketemu jalan keluar antara mantan suami istri, insyaallah anak-anak juga akan mengerti."

Karena itu, Inul berharap semua pihak dapat memberi ruang bagi waktu untuk berjalan dan meredakan keadaan.

"Nanti mungkin biarkan waktu berjalan," tandasnya. 

Sebagai sahabat, ia hanya bisa mendoakan agar segala urusan yang dihadapi Ruben dan Sarwendah segera selesai dengan baik.

Inul berharap semua permasalahan yang ada dapat segera menemukan titik terang.

"Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar lah, segala urusan bisa beres," doa Inul. 

Pelantun lagu Goyang Dombret ini juga meyakini Ruben mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapinya.

"Aku yakin Uben juga bisa menyelesaikan semuanya dengan baik."

Menurut Inul, keyakinan itu muncul karena selama ini ia mengenal sosok Ruben sebagai pribadi yang tulus dan sangat menjaga privasi keluarganya.

"Karena sejauh ini aku mengenal dia, orangnya sangat tulus banget dan dia tuh benar-benar menyimpan rahasia keluarganya, loh, menurut aku ya," jelas Inul. 

Meski demikian, Inul berharap persoalan yang sedang terjadi tetap dapat diselesaikan secara baik-baik.

"Dan aku yakin bisa terselesaikan dengan baik lah."

Inul kemudian mengenang perjalanan cinta Ruben dan Sarwendah sejak masa pacaran hingga menikah.

Istri dari Adam Suseno ini menilai kenangan indah yang pernah dilalui bersama seharusnya bisa menjadi pengingat dan jembatan untuk menyelesaikan masalah.

"Karena aku tahu dari dia belum menikah sampai waktu masa pacaran dulu, romantisnya kayak apa ya, itu sebenarnya hal-hal yang mungkin kalau bisa menjadi jembatan lah."

Ia pun mengingatkan keduanya agar tidak terus memperpanjang konflik.

"Kalau bisa ingat-ingat dulu-dulu, ojo ribut-ribut, " pinta Inul. 

Bagi Inul, persoalan ini perlu diselesaikan dengan kepala dingin karena menyangkut masa depan anak-anak.

"Harus bisa diselesaikan dengan baik, karena ini kan berhubungan dengan anak-anak, ya."

Inul juga berharap Sarwendah dapat menghadapi persoalan keluarga ini dengan lebih dewasa.

"Mudah-mudahan Sarwendah juga lebih dewasa lagi untuk menghadapi permasalahan keluarga."

Tak hanya itu, ibu satu anak ini juga berpesan agar keduanya tidak saling membuka aib di ruang publik.

"Jangan sampai ketika dulu waktu senang-senang, sekarang jangan sampai dua-duanya membuka aib masing-masing, gitu."

Menurut Inul, sebagai figur publik, Ruben dan Sarwendah memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menjaga nama baik masing-masing di hadapan masyarakat.

"Jadi itu juga karena kalian semuanya adalah public figure, jadi sebisa mungkin menjaga harkat martabat masing-masing. Karena sebagai public figure itu adalah contoh bagi kita para pemirsa di rumah, masyarakat yang luas, yang nge-fan, yang mengidolakan kalian," pungkasnya. 

Tindakan Komnas Anak

Di sisi lain, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) akhirnya ikut menyoroti perseteruan presenter Ruben Onsu dengan mantan istrinya Sarwendah yang kini memanas.

Pihak Komnas Anak menyoroti ego orangtua yang berimbas pada nasib anak-anak.

Memang, konflik Ruben Onsu dan Sarwendah mencuat berawal dari sang ayah yang merasa dipersulit bertemu anak oleh sang ibu.

Sementara, sesuai kesepakatan setelah bercerai, Ruben diberi kesempatan bertemu kedua putrinya tiga kali dalam seminggu.

Namun Ruben malah dipersulit bertemu anak hingga sengaja berhenti memberikan nafkah Rp225 juta sejak enam bulan terakhir.

Masalah pun semakin melebar usai Sarwendah mengungkit persoalan nafkah hingga menuding Ruben Onsu lepas dari tanggung jawabnya.

Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, turut menyayangkan adanya perseteruan tersebut hingga melibatkan anak dan menjadi konsumsi publik.

Banyak kasus serupa, Agustinus menyebut para orang tua sering kali tanpa sadar menempatkan anak sebagai korban atas perceraiannya.

"Seringkali orang tua tanpa sadar ya menempatkan anak sebagai korban," ujar Agustinus, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (11/6/2026).

Agustinus menilai kini banyak orang tua yang akhirnya menghiraukan dampak perceraiannya terhadap anak.

Padahal seharusnya, lanjut Agustinus, kepentingan anak menjadi fokus utama dari orang tua.

"Jadi seringkali akibat perceraian itu, orang tua merasa bahwa anak ini hanya sampingan aja padahal seharusnya yang paling dipikirkan adalah bagaimana anak-anaknya," tuturnya.

Melihat kasus Ruben dan Sarwendah, Agustinus secara tegas meminta keduanya untuk sama-sama menurunkan ego.

Dirinya ingin keduanya memikirkan kepentingan anak demi masa depan.

"Ego orang tua dikedepankan, ya seharusnya yang dikedepankan adalah kepentingan terbaik untuk anak," ucapnya.

Agustinus juga mengingatkan bahwa orang tua harus menebus kesalahannya atas perceraian, dengan menjadi sosok figur yang baik untuk anak.

"Orang tua kan sudah pernah gagal ya untuk menjadi pasangan suami istri. Seharusnya untuk menebus rasa berdosanya kepada anaknya, dia harus menjadi orang tua yang layak untuk anak."

"Artinya buang semua ego-ego suami istri, mantan suami istri, tapi utamakan kepentingan terbaik anak," ujarnya.

Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah bermula dari keberatan Ruben yang mengaku kesulitan bertemu dengan kedua putrinya yang kini tinggal bersama sang mantan istri.

Menurut Ruben, kondisi tersebut tidak sejalan dengan kesepakatan yang telah mereka buat usai resmi bercerai pada 24 September 2024.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Ruben seharusnya mendapat kesempatan untuk bertemu kedua putrinya sebanyak tiga kali dalam sepekan. Namun, ia menilai akses untuk bertemu anak-anaknya justru dipersulit.

Merasa haknya sebagai ayah tidak terpenuhi, Ruben kemudian mengambil langkah dengan menghentikan pemberian nafkah sebesar Rp225 juta per bulan sejak akhir Desember 2026 sebagai bentuk protes.

Keputusan itu pun memicu respons keras dari Sarwendah. Ia menilai tindakan Ruben tersebut sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab terhadap anak-anak mereka.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.