Jalan Kunduran–Ngawen Blora Rusak Parah, Warga Sebut Nyawa Pengendara Jadi Taruhan : Sering Terjadi Kecelakaan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kondisi ruas jalan Kunduran–Ngawen, tepatnya di wilayah Dukuh Pacing, Desa Klokah, Kecamatan Kunduran, dikeluhkan warga akibat kerusakan yang semakin parah.
Banyaknya jalan berlubang disebut sering memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan tersebut.
Warga Dukuh Pacing, Suraji (56), mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama.
Meski beberapa kali dilakukan perbaikan, menurutnya perbaikan hanya bersifat tambal sulam sehingga tidak bertahan lama.
"Lubangnya itu ekstrem. Kedalamannya ada yang sampai 20 cm. Ditanami pisang itu juga bisa kayaknya," terangnya, saat ditemui Senin (15/6/2026).
Menurut Suraji, kecelakaan di lokasi tersebut terjadi hampir setiap pekan.
Dalam satu titik jalan yang rusak, Suraji menyebut sedikitnya empat kecelakaan terjadi dalam sepekan.
Mayoritas kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal akibat ban motor pengendara masuk ke jalan yang berlubang, kemudian jatuh.
"Kebanyakan kecelakaan tunggal. Habis kena lubang satu, kena lubang lagi lalu jatuh. Jarak antar lubang sekitar lima sampai delapan meter," katanya.
Suraji menuturkan, korban kecelakaan tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga pengendara dari daerah lain yang melintas di ruas jalan tersebut.
Banyak pengendara tidak menyadari kondisi jalan rusak karena ruas jalan sebelumnya dalam kondisi baik sehingga mereka melaju dengan kecepatan tinggi.
"Korbannya ada yang dari Todanan, ada juga dari Wirosari. Mereka biasanya itu tidak tahu kalau di sini jalannya rusak karena sebelumnya jalannya bagus," terangnya.
Suraji mengaku pernah membantu sejumlah korban kecelakaan di lokasi tersebut.
Bahkan, dirinya pernah membawa seorang korban ke rumah sakit yang akhirnya meninggal dunia akibat kecelakaan.
"Yang jatuh sampai meninggal juga ada. Saya yang menolong dan membawa ke rumah sakit," katanya.
Melihat kondisi jalan yang tak kunjung membaik, Suraji berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera melakukan perbaikan menyeluruh.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut tidak bisa lagi ditangani dengan tambal sulam karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Saya sudah sempat berpikir, kalau tidak segera diperbaiki, jalan ini mau saya tanami pisang saja, daripada memakan korban lagi," terangnya.
Suraji juga menyoroti kewajiban masyarakat membayar pajak yang seharusnya diimbangi dengan pelayanan infrastruktur yang layak.
"Warga bayar pajak. Kalau jalannya tidak dibangun dan tetap rusak seperti ini, buat apa bayar pajak?," katanya dengan nada kecewa.
Suraji merasa prihatin dengan banyaknya korban kecelakaan yang terjadi. Sambil meneteskan air mata, Suraji menceritakan bagaimana dirinya sering menjadi orang pertama yang menolong korban.
"Saya kasihan. Saya sering menolong korban kecelakaan di sini, mengantar ke rumah sakit sampai tangan saya berdarah-darah. Kadang tidak ada yang berani menolong. Kalau melihat orang kecelakaan dan tidak ada yang membantu, hati saya sakit," tuturnya sembari meneteskan air mata.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Adi Prasetya, menanggapi penilaian masyarakat yang menyebut perbaikan selama ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak bertahan lama.
Adi mengakui kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari tingginya beban lalu lintas yang melintas di ruas jalan tersebut.
Menurut dia, jalan provinsi pada dasarnya dirancang untuk melayani kendaraan dengan beban gandar maksimal 8 hingga 10 ton.
Namun, dalam praktiknya sering kali harus menanggung beban kendaraan yang melebihi kapasitas desain.
"Kami tidak bisa menghindari penilaian masyarakat karena faktanya ruas jalan provinsi didesain untuk beban gandar maksimal 8 sampai 10 ton, tetapi harus melayani lalu lintas dengan beban lebih dari desain. Akibatnya umur perkerasan menjadi kurang maksimal," terangnya.
Diketahui, ruas jalan Kunduran–Ngawen memiliki panjang total 28,5 kilometer.
Dari total panjang tersebut, sebanyak 22,30 kilometer berada dalam kondisi baik, 0,30 kilometer kondisi sedang, 3,40 kilometer mengalami rusak ringan, dan 2,50 kilometer masuk kategori rusak berat.(Iqs)