BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Jembatan Wisata Mangrove di Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan mengalami kerusakan parah hingga terputus total.
Kondisi ini terjadi setelah infrastruktur jembatan kayu tersebut diterjang gelombang pasang dan angin kencang sejak Desember 2025 lalu.
Pantauan di lokasi, selain terputus, papan lantai jembatan di beberapa titik tampak hilang dan hanya menyisakan kerangka kayunya saja.
Akibat kerusakan ini, objek wisata unggulan tersebut terpaksa ditutup total untuk wisatawan karena akses utama menuju spot utama wisata sama sekali tidak bisa dilalui.
“Sementara ini ditutup dulu, karena di sebelah sana kan yang banyak spot fotonya, paling disini ke Cottage saja yang bisa,” kata Kepala Desa Pulau Burung, Saidina, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Keterangan Basarnas Soal Penemuan Jasad Bocah Tenggelam di Satui Tanahbumbu, Sampaikan Imbauan Ini
Baca juga: Lowongan Kerja Konimex Juni 2026, Terbuka Untuk Posisi Ini, Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1 Bisa Daftar
Saidina menambahkan, usia jembatan kayu ini memang sudah cukup tua, yakni sekitar 10 tahun. Hal itu membuat baut dan paku penyangga jembatan berkarat sehingga mudah hancur saat dihantam gelombang pasang.
Hingga saat ini, pihak pemerintah desa belum bisa melakukan pembenahan karena keterbatasan dana.
Ia mengungkapkan, sementara ini anggaran dana desa belum ada yang bisa dialokasikan dan dipakai untuk perbaikan jembatan wisata tersebut.
Kondisi penutupan ini tentu menjadi pukulan berat bagi warga setempat. Selama ini, kehadiran objek wisata mangrove yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Banyak warga desa yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di tempat ini, mulai dari membuka usaha kuliner, penyedia jasa transportasi perahu, hingga penjualan hasil kerajinan dan produk lokal setempat
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin)