Di Balik Sedekah Bumi 1 Muharam di Desa Bogor Baru Kepahiang, Tradisi Syukur yang Terus Dijaga
Ricky Jenihansen June 16, 2026 03:53 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Jalan utama Desa Bogor Baru, Kabupaten Kepahiang, tampak lebih ramai dari biasanya pada Selasa (16/6/2026) siang.

Warga dari berbagai usia memadati pinggir jalan desa.

Anak-anak berjalan beriringan di antara rombongan orang dewasa, sementara sejumlah warga mengenakan pakaian adat dan pakaian muslim untuk mengikuti rangkaian sedekah bumi menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah.

Di tengah keramaian itu, arak-arakan hasil bumi bergerak perlahan menyusuri kampung.

Hasil pertanian yang telah disusun dibawa keliling desa, diiringi masyarakat yang berjalan bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Tradisi turun-temurun tersebut kembali digelar warga Desa Bogor Baru sebagai bentuk syukur dan doa bersama dalam menyongsong Tahun Baru Islam.

Bagi masyarakat setempat, sedekah bumi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Tradisi ini menjadi ruang berkumpul sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga rasa syukur atas rezeki yang diterima selama setahun terakhir.

Kepala Desa Bogor Baru, Ansori (54), mengatakan sedekah bumi merupakan agenda tahunan masyarakat yang selalu dilaksanakan saat menyambut Tahun Baru Islam.

"Alhamdulillah kegiatan kita ini dalam rangka menyambut tahun baru islam bertepatan pada satu muharam 1448 hijriah sehingga di moment ini masyarakat Desa Bogor Baru melaksanakan sedekah bumi," ucap Ansori.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai nikmat yang telah diberikan sepanjang tahun.

"Sedekah bumi ini adalah wujud syukur dan terima kasih kepada sang pencipta yang telah memberikan rezeki yang berlimpah selama satu tahun dengan hasil pertanian yang berlimpah," jelas Ansori.

Arak-arakan Hasil Bumi

Dalam pelaksanaannya, sedekah bumi diawali dengan doa dan syukuran bersama yang kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan hasil bumi keliling kampung.

Rangkaian tersebut menjadi bagian yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

"Rangkaian kegiatannya itu doa syukuran dan melakukan arak-arakan hasil bumi yang telah disusun untuk dibawa keliling kampung," ungkap Ansori.

Di sepanjang rute arak-arakan, warga tampak mengikuti kegiatan dengan antusias.

Mereka berjalan bersama menyusuri jalan desa sambil menyaksikan hasil bumi yang dibawa dalam prosesi tersebut.

Kebersamaan menjadi pemandangan yang sulit dipisahkan dari tradisi sedekah bumi.

Tidak hanya tokoh masyarakat dan perangkat desa, anak-anak hingga orang tua turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dibawa dari Setiap Rumah

Tradisi sedekah bumi juga menjadi cerminan semangat gotong royong masyarakat Desa Bogor Baru.

Hasil bumi dan makanan yang disajikan dalam kegiatan tersebut dibawa secara sukarela oleh warga dari rumah masing-masing.

"Makanan ini disediakan dan dibawa secara sukarela oleh masyakat setiap rumah," ujar Ansori.

Bagi warga, makanan dan hasil bumi yang dibawa bukan sekadar pelengkap acara.

Kehadirannya menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diperoleh selama satu tahun terakhir.

Melalui tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi ini, masyarakat berharap nilai kebersamaan dan rasa syukur tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Ansori berharap tradisi sedekah bumi dapat terus dilestarikan melalui pelaksanaan rutin setiap tahun.

Harapannya, tradisi atau budaya sedekah bumi tersebut dapat selalu hidup dan dilestarikan melalui kegiatan rutin tahunan ke depannya.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.