Pelaku IKM Tapin Dilatih Diversifikasi Kain Sasirangan, Didorong Produksi Tas hingga Dompet
Irfani Rahman June 16, 2026 02:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Puluhan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) bidang menjahit di Kabupaten Tapin mengikuti pelatihan diversifikasi kain sasirangan yang dilaksanakan Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin di Gadung Triguna, Jalan Jenderal Sudirman Bypass Rantau Kiwa, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan tersebut memasuki hari kedua dari total empat hari pelaksanaan, yakni sejak 15 hingga 18 Juni 2026.

Tercatat sebanyak 80 peserta dari kalangan pelaku IKM menjahit di berbagai wilayah Kabupaten Tapin mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan pengembangan produk turunan kain sasirangan.

Pada pelatihan ini, peserta tidak hanya dikenalkan pada pembuatan pakaian berbahan sasirangan, tetapi juga diarahkan membuat produk lain seperti tas, dompet, tas kerja hingga ransel.

Baca juga: BREAKING NEWS- SPBU Jalan Pramuka Banjarmasin Tak Beroperasi, Ada Spanduk Dalam Pembinaan Pertamina

Baca juga: Tiga Pekan Diburu, Pria Terduga Penusuk Warga di Pelaihari Tanahlaut Akhirnya Diciduk Polisi

Kepala Bidang Industri Logam dan Aneka pada Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin, Henny Herlena, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

“Diversifikasi ini merupakan pengembangan dari kain sasirangan. Jadi tidak hanya menjadi pakaian, tetapi bisa menjadi produk lain seperti tas, dompet, tas jinjing maupun perlengkapan lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pelaku IKM bidang menjahit yang diharapkan nantinya dapat mengembangkan usahanya secara mandiri.

Menurut Henny, narasumber pelatihan didatangkan dari Barabai untuk memberikan teknik pembuatan produk turunan sasirangan.

“Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan inovasi dan berdampak pada peningkatan pendapatan para pelaku IKM di Kabupaten Tapin,” tambahnya.

Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengalaman baru dari pelatihan tersebut.

Nadia, peserta asal Desa Pematang Karangan, Kecamatan Tapin Tengah, mengatakan pelatihan kali ini menjadi pengalaman baru baginya meski sebelumnya pernah mengikuti pelatihan membordir.

Ia mengaku mulai memahami proses pembuatan tas berbahan sasirangan, mulai dari pemotongan pola hingga tahap menjahit.

“Sudah mulai dapat ilmunya. Lumayan, sekarang sudah tahu cara memotong pola dan proses pembuatannya,” ujarnya.

Peserta lainnya, Saidati, warga Kelurahan Kupang, menyebut pelatihan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan serupa.

Meski sebelumnya pernah mengenal dasar menjahit, ia mengaku baru kali ini belajar membuat produk turunan dari kain sasirangan.

Sementara itu, Santi, pengrajin sasirangan asal Desa Budi Mulia, mengatakan selama ini dirinya lebih mengenal sasirangan sebagai bahan pakaian.

Menurutnya, pelatihan membuka wawasan bahwa kain khas Kalimantan Selatan tersebut memiliki potensi dikembangkan menjadi produk kerajinan lain.

“Jadi kami lebih tahu kalau sasirangan tidak hanya untuk pakaian, tapi juga bisa dibuat menjadi tas dan produk lainnya,” katanya.

Pantauan di lokasi, sebagian peserta masih berada pada tahap pemotongan pola dan penyusunan bahan, sementara sebagian lainnya mulai memasuki proses menjahit produk yang telah dirancang.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.