Sorotan Hasil Piala Dunia 2026: Asia Haram Dipandang Remeh, Tim Amerika Latin Pesakitan
Arif Tio Buqi Abdulah June 16, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Wajah berkebalikan diperlihatkan oleh negara perwakilan dari Benua Asia (AFC) dan Amerika Latin (CONMEBOL) setelah menjalani laga perdana di Piala Dunia 2026.

Jika negara yang berasal dari Asia semacam Jepang, Australia, dan Korea Selatan tampil tangguh, dengan mencuri poin dari lawan-lawannya.

Berbeda dengan negara CONMEBOL alias Amerika Latin yang justru masih struggle, lantaran masih kesulitan untuk sekedar meraih kemenangan.

Sebut saja Paraguay, Brasil, Ekuador dan teranyar Uruguay, yang gagal meraih satupun kemenangan di grupnya masing-masing.

Hal ini seakan menunjukkan persaingan di gelaran Piala Dunia 2026 cukup menarik untuk diamati.

Baca juga: Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Ujian Kemewahan Les Bleus di Hadapan Raja Afrika

Wakil Ketua Oranye Indonesia, Arnan Binafsihi pun mengatakan hasil matchday pertama Piala Dunia 2026 kian mempertegas bahwa negara Asia tidak bisa dipandang sebelah mata lagi di level internasional.

Fakta bahwa belum ada satupun negara Asia yang kalah menjadi tanda sepak bola Benua Kuning sedang berada di arah yang positif.

"Terkait hasil negara Asia, hal itu mempertegas bahwa sepakbola Asia sudah tidak bisa lagi dianggap sebelah mata," kata Arnan saat dihubungi Tribunnews, Selasa (16/6/2026) hari ini.

SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah) (Tribunnews.com/Faiz Fadhilah)

Lebih lanjut, Arnan juga berpendapat jika hasil positif tim Asia di laga perdana, menjadi bukti pembinaan dan perkembangan sepak bola Asia sudah lebih baik dari Amerika Selatan.

"Asia belum ada yang kalah, itu bukti pembinaan dan perkembangan sepak bola Asia sudah lebih baik daripada zona Conmebol/Amerika Latin,"

"Korea Selatan, Jepang, Australia, performa mereka tidak mengejutkan, secara banyak pemain mereka bermain di klub Eropa,"

"Pembinaan pemain muda mereka sudah bagus, ditunjang liga dalam negara yang berjalan baik, membuat mereka dipantau klub top liga Eropa, alhasil timnya pun menjadi tangguh, karena banyak pemain mereka berkarier di Eropa," tukasnya.

Apa yang disampaikan Arnan tentu terbukti.

Melihat perbandingan hasil matchday pertama yang didapat negara yang wakil zona Asia dan Amerika Selatan terlihat cukup berkebalikan.

Contohnya dari enam negara Asia yang sudah memainkan laga perdananya masing-masing di babak penyisihan Piala Dunia.

Korea Selatan dan Australia menjadi dua tim Asia yang mampu memetik kemenangan.

Korea Selatan menang comeback atas Ceko dengan skor 2-1 di Grup A, sedangkan Australia mengalahkan Turki (2-0) di Grup D.

Bagi Korea Selatan dan Australia, kemenangan pada laga perdana jelas terasa sangat berharga.

Hal ini karena berkat kemenangan tersebut, memperbesar peluang kedua negara tersebut untuk lolos ke fase gugur turnamen.

Baik Korea Selatan dan Australia kini terpantau berada di posisi runner-up klasemen grupnya masing-masing, dengan koleksi 3 poin.

Andai bisa menang sekali lagi dari dua sisa laga di fase grup, tiket lolos ke 32 besar tampaknya sudah langsung diamankan Korea Selatan dan Australia di Piala Dunia edisi kali ini.

Dikala Korea Selatan dan Australia menang, empat negara Asia lain yang sudah bertanding, setidaknya juga tampil lumayan positif, meskipun hanya bisa memetik satu poin dari lawannya.

Qatar menyelamatkan satu poin berharga setelah Miro Muheim mencetak gol penyeimbang melawan Bosnia di menit akhir laga Grup B.

Hasil imbang yang positif juga didapat Jepang selaku raja Asia yang bisa menahan tim sekelas Belanda dengan skor imbang, 2-2.

Sementara, Iran dan Arab Saudi baru saja menahan imbang lawannya dengan imbang 1-1.

Iran mencuri satu angka dari Selandia Baru, sedangkan Arab Saudi mendapat hasil imbang saat melawan Uruguay.

Berbanding terbalik dengan hasil yang diraih oleh empat negara Amerika Selatan yang sudah bertanding di matchday pertama.

Brasil dan Uruguay yang menjadi dua kekuatan sepak bola Amerika Selatan masing-masing hanya bisa meraih imbang yakni melawan Maroko (1-1) dan Arab Saudi (1-1).

Hasil lebih parah didapat Paraguay yang dibantai Amerika Serikat (4-1) selaku tuan rumah, lalu Ekuador kalah dramatis dari Pantai Gading (0-1).

Akibat hasil tersebut, belum ada satupun wakil dari negara Conmebol yang mampu memetik kemenangan di matchday pertama.

Harapan zona Conmebol untuk meraih kemenangan pertama di matchday perdana, kini hanya bisa dipasrahkan kepada Argentina dan Kolombia yang belum bermain.

Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan dijadwalkan Aljazair, sedangkan Kolombia melawan negara debutan, Uzbekistan.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.