BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sebanyak 24 indikasi titik panas (hotspot) terdeteksi melalui pemantauan satelit BMKG di wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Selasa (16/6/2026).
Titik panas tersebut menjadi indikator yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengarah pada kejadian kebakaran lahan apabila ditemukan adanya sumber api di lapangan.
Berdasarkan data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Tapin, titik panas tersebar di empat kecamatan.
Rinciannya, masing-masing satu titik berada di Kecamatan Bungur dan Kecamatan Salam Babaris. Kemudian 10 titik di Kecamatan Lokpaikat serta 12 titik di Kecamatan Tapin Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Muhammad Nor, mengatakan sebagian besar hotspot yang terdeteksi berada di wilayah pertambangan.
“Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, hotspot yang ada di Kabupaten Tapin berada di wilayah tambang. Personel BPBD Tapin sudah melakukan pengecekan ke lokasi hotspot terdahulu bersama aparat setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Tunjukkan Aksi Humanis, Polresta Banjarmasin Bersihkan Sampah Usai Pengamanan Demo Mahasiswa
Menurut Muhammad Nor, BPBD Tapin juga telah menyampaikan surat resmi kepada pihak perusahaan agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi apabila ditemukan indikasi titik panas di area operasional.
“Kami sudah menyampaikan surat resmi agar pihak perusahaan dapat mengantisipasi dan menanggulangi apabila dalam laporan harian yang kami sampaikan ditemukan hotspot di wilayah perusahaannya,” katanya.
Selain itu, perwakilan perusahaan juga telah dilibatkan dalam koordinasi penanganan melalui grup Pusdalops Bencana BPBD Tapin.
“Perwakilan perusahaan juga sudah kami gabungkan dalam grup Pusdalops Bencana BPBD Tapin agar koordinasi lebih terarah,” tambahnya.
BPBD Tapin terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi satelit berkembang menjadi kejadian kebakaran di lapangan atau tidak. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)