Hadirkan Produk Unggulan Melalui OSOP, Gubernur Melki Apresiasi SMA Negeri 5 Kupang
Eflin Rote June 16, 2026 10:46 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - SMAN 5 Kupang kini dijadikan model pendidikan berkualitas. 
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan pendidikan berkualitas harus dibangun secara seimbang melalui tiga pilar utama, yakni prestasi akademik, pembentukan karakter, dan penguatan kewirausahaan.

“Saya melihat SMA Negeri 5 Kupang telah menunjukkan praktik pendidikan yang seimbang dalam ketiga aspek tersebut. Akademisnya bagus, karakternya kuat, dan kewirausahaannya berjalan nyata,” kata Melki saat menghadiri Perayaan Syukur Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 5 Kupang yang dirangkaikan dengan Reuni Akbar, Pentas Seni, Pameran Produk Siswa, serta peluncuran program One School One Product (OSOP), Senin (15/6/2026).

Melki memberikan apresiasi atas perjalanan SMA Negeri 5 Kupang yang telah memasuki usia ke-35 tahun sekaligus berhasil menghadirkan produk unggulan sekolah melalui program OSOP.

Menurutnya, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya membentuk karakter peserta didik dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kuat.

“Saya melihat anak-anak SMA Negeri 5 tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga mental kewirausahaan. Peluncuran OSOP hari ini menjadi bukti bahwa pendidikan mampu melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Melki secara resmi meluncurkan produk unggulan sekolah berupa keripik pisang, yang diproduksi dan dipasarkan oleh siswa sebagai bagian dari implementasi program OSOP.

Mantan anggota DPR RI itu juga menyoroti berbagai inovasi pendidikan karakter yang dijalankan sekolah, termasuk program Guru Asuh yang melibatkan para guru sebagai pendamping siswa baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat, yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung pendidikan anak.

“Apa yang dilakukan SMA Negeri 5 ini harus menjadi model bagi sekolah-sekolah lain. Pendidikan bukan hanya tugas sekolah selama enam sampai delapan jam setiap hari. Pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membentuk anak-anak yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, dan mandiri secara kewirausahaan,” ujarnya.

Melki bahkan menilai pola pembinaan yang diterapkan di SMA Negeri 5 Kupang sudah menyerupai sistem pendidikan berasrama karena kuatnya pendampingan, disiplin, dan kebersamaan yang dibangun dalam lingkungan sekolah.

“Jujur, saya melihat sistem pendidikan di SMA Negeri 5 Kupang ini sudah menyerupai pendidikan di asrama. Pola pendampingannya terasa kuat, kedisiplinan dan kebersamaannya juga sangat terasa. Ini modal besar untuk membangun generasi yang berkualitas,” katanya.

Baca juga: Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 4 Kupang, Gubernur NTT Apresiasi Program OSOP dan Kreativitas Siswa

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 5 Kupang, Veronika Wawo, mengatakan berbagai capaian yang diraih sekolah merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar SMA Negeri 5 Kupang.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan sejati bukan hanya soal prestasi dan penghargaan, melainkan kemampuan membentuk karakter peserta didik yang tangguh dan berintegritas.

“Semangat dan sportivitas telah membawa piala bergilir yang selama lima tahun beredar kembali ke SMA Negeri 5 Kupang. Namun kemenangan sejati bukan hanya tentang meraih piala, melainkan membentuk karakter yang tangguh dan berintegritas,” ujarnya.

Selain meluncurkan program OSOP, sekolah juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program unggulan seperti Gerakan Jam Belajar Masyarakat, Guru Asuh, serta penyediaan loket penyimpanan telepon genggam guna membatasi penggunaan gawai selama proses pembelajaran berlangsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, turut mengapresiasi perjalanan SMA Negeri 5 Kupang yang dinilainya telah melahirkan banyak prestasi dan sumber daya manusia berkualitas selama 35 tahun terakhir.

“Jika diibaratkan kelapa, usia 35 tahun adalah usia yang matang dan produktif. Begitu pula SMA Negeri 5 Kupang yang telah melahirkan banyak prestasi dan sumber daya manusia berkualitas. Namun yang lebih penting adalah terus merawat mimpi dan visi untuk membawa sekolah ini semakin maju,” katanya.

Ambros juga mengingatkan seluruh insan pendidikan agar tidak cepat berpuas diri dan terus mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar pada September 2026.

Perayaan Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 5 Kupang dihadiri anggota Komisi V DPRD NTT, unsur Forkopimda, para kepala sekolah SMP dan SMA/SMK negeri se-Kota Kupang, alumni lintas angkatan, orang tua siswa, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik.

Rangkaian perayaan berlangsung sejak 5 hingga 15 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan seperti turnamen futsal dan bola voli, tenis meja, donor darah, jalan santai, pentas seni, pameran produk siswa, hingga Reuni Akbar ke-2. Kegiatan ditutup dengan peluncuran produk keripik pisang OSOP oleh Gubernur NTT dan peninjauan stan hasil karya siswa. (fan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.