- Seorang guru bernama Imam Zanatul Haeri menangis saat mengungkapkan dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap guru.
Ia pun membandingkan gaji guru dengan pegawai SPPG.
Tak hanya itu, Imam menyebut terjadi pemutusan hubungan kerja massal terhadap guru PPPK setelah adanya MBG.
Hal itu disampaikan Guru Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah Yayasan Said Aqil Siradj, Iman saat sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (15/6).
Ia merupakan salah satu guru sejarah sekaligus saksi ahli dalam kasus tersebut.
Sembari menangis, Imam menceritakan beban guru bertambah seusai adanya program MBG.
Bahkan gaji-gaji guru belum dibayar hingga membandingkan dengan pendapatan pegawai SPPG.
"Setelah ada MBG 2026, terjadi pemutusan hubungan kerja secara massal terhadap guru PPPK yang dianggap sudah sejahtera. Dipecat juga guru honorer. Guru honorer yang sudah terangkat menjadi guru paruh waktu juga gajinya di bawah guru honorer," ujar Iman Zanatul.
Oleh sebab itu, Imam mengaku penggugatan ke MK menjadi jalan terakhir bagi mereka.
Pasalnya polisi, TNI hingga anggota DPR disebut banyak yang memiliki dapur SPPG.
"kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor kepada tentara nasional Indonesia, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG. Jadi memang ini jalan terakhir untuk kami mengadu. Kepada siapa lagi? Kepada konstitusilah kami berharap, ya kalau enggak punya dapur ya," katanya.