Hujan Ringan Guyur Anambas Sejak Subuh, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir dalam Sepekan
Septyan Mulia Rohman June 16, 2026 12:29 PM

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS – Hujan ringan terus mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sejak Selasa (16/6/2026) subuh hingga saat ini.

Meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi, kondisi tersebut tetap memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Sejak subuh, langit Anambas terlihat tertutup awan tebal berwarna kelabu. Gerimis yang turun secara berkala membuat jalanan menjadi basah dan licin.

Sejumlah pengendara sepeda motor tampak mengurangi kecepatan saat melintas di beberapa ruas jalan yang memiliki tanjakan dan turunan curam.

Aktivitas masyarakat di pasar tradisional maupun kawasan pelabuhan juga terlihat sedikit lebih lengang dibandingkan hari biasanya karena cuaca yang kurang bersahabat.

Sebagian warga memilih menunda pekerjaan di luar ruangan sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

Sementara itu, nelayan yang hendak melaut tetap memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat mencari ikan di perairan sekitar Anambas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tarempa memprediksi kondisi cuaca di Anambas masih didominasi hujan dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG Tarempa, Raja Rekhsa Naumi mengatakan, dalam sepekan ke depan wilayah Anambas diprakirakan mengalami hujan ringan hingga hujan yang dapat disertai petir.

"Kondisi cuaca di Kabupaten Kepulauan Anambas dalam sepekan ke depan diprakirakan didominasi hujan ringan hingga hujan yang dapat disertai petir," kata Raja Rekhsa Naumi.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya belokan angin atau shearline yang terbentuk akibat daerah pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Kalimantan bagian barat.

Menurutnya, fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Anambas dan sekitarnya.

"Saat ini angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan mencapai 9 knot," ujar Raja Rekhsa.

Selain itu, kondisi perairan di sekitar Anambas masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran maupun nelayan karena tinggi gelombang diprakirakan relatif rendah.

"Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kategori rendah, yaitu antara 0,5 hingga 1,25 meter," jelasnya.

Meski demikian, BMKG Tarempa tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Terutama saat beraktivitas di laut maupun di luar ruangan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca secara mendadak," tutup Raja Rekhsa Naumi. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.