TRIBUNTRENDS.COM - Isi pidato yang disampaikan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, dalam sebuah forum diskusi di UGM akhirnya terungkap.
Pidato tersebut diduga menjadi pemicu munculnya protes dari sejumlah mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.
Momen ketika Budiman bersama dua pejabat negara lainnya mendapat penolakan dari mahasiswa pun viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi saat forum diskusi bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar" yang digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin (15/6/2026) malam.
Selain Budiman, acara tersebut juga menghadirkan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
Pada awal kegiatan, diskusi berlangsung kondusif dan para peserta mengikuti jalannya acara dengan tertib.
Situasi mulai berubah setelah Budiman mendapat kesempatan menyampaikan pidatonya di hadapan mahasiswa.
Mahasiswa yang hadir awalnya menyimak pemaparan tersebut dengan serius dan penuh perhatian.
Dalam rekaman video yang beredar, Budiman tampak menceritakan pertemuannya dengan seorang pejabat di salah satu kementerian Kabinet Merah Putih.
Dalam perbincangan itu, nama Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM yang belakangan menjadi sorotan publik karena sikap kritisnya, turut dibahas.
Baca juga: Budiman Ungkap Prabowo Minta Pejabat Tak Terpancing Kritik Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM: Penjilat
Ia menyebut bahwa Tiyo mirip dengan Budiman sewaktu muda saat masih menjadi aktivis.
"Sekitar enam minggu yang lalu saya berdiskusi dengan pejabat setingkat menteri, kolega saya di kabinet Merah Putih, beliau ngomong gini 'mas, saya sering lihat video podcastnya mas Tiyo, kok jadi ingat ya kayak mas Budiman waktu muda dulu'. (kata Budiman) 'oh bapak sering lihat?'. (Kata pejabat tersebut) 'karena dia (Tiyo) sangat kritik program pemerintah salah satunya program di kementerian saya, sangat keras sangat tajam', ungkap Budiman Sudjatmiko.
"(Budiman tanya ke pejabat tersebut) 'terus gimana bapak menanggapi kritikan dia?'. (kata pejabat tersebut) 'bagus, cuma memang harus sedikit difilter, dikurangi saja serangan pribadinya'," sambungnya.
Lebih lanjut, Budiman kembali menceritakan kelanjutan obrolannya dengan pejabat tersebut.
Termasuk soal sang pejabat yang mengaku ditelepon Prabowo Subianto dan membahas soal sosok Tiyo.
Kata Budiman, Presiden Prabowo secara khusus memberikan atensinya kepada sosok Tiyo dan kritikannya.
Budiman mengklaim bahwa Prabowo yang meminta para pejabat jangan tersinggung dengan kritikan dari Tiyo.
"Ada satu yang menarik, mas Tiyo mengkritik Pak Prabowo secara personal dan mengkritik saya juga secara personal. Tapi (kata pejabat tersebut) 'saya pernah ditelepon pak Prabowo, pak Prabowo bilang 'kamu jangan terpancing personal terhadap kritik-kritiknya. Jangan ada yang menyentuh Tiyo, setersinggung apapun, jangan punya pikiran untuk membuat satu manuver yang mencelakai dia," ujar Budiman.
Belum selesai Budiman bercerita, mahasiswa UGM langsung berteriak.
Baca juga: Gak jadi Dipecat Mas? Pertanyaan Gibran ke Budiman Sudjatmiko di Acara PSI, Grace: Kami Tunggu Mas
Sembari membunyikan toa, para mahasiwa itu meminta Budiman menghentikan pidatonya.
"Huu, huuu! interupsi interupsi!" teriak mahasiswa UGM.
Melihat para mahasiswa mulai menaiki panggung, Budiman tersenyum lebar.
Budiman bahkan sempat mempersilahkan para mahasiswa itu untuk berbicara.
"Ayo, ayo kita diskusi," imbuh Budiman
Namun ajakan diskusi tersebut dibalas dengan sindiran telak dari para mahasiswa.
Bak amarahnya tersulut, para mahasiswa berteriak soal Budiman adalah pengkhianat reformasi.
"Budiman Sudjatmiko adalah pengkhianat reformasi, pengkhianat reformasi, semua di sini membicarakan pancasila, kalian di sini pergi!" teriak para mahasiswa.
Suasana semakin tak terkendali setelah ada mahasiswa yang berteriak soal program kabinet Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
"SPPG ini satuan penjilat Prabowo Gibran! Orang-orang ini, pergi dari sini!" pungkas para mahasiswa.
Setelah suasana semakin ricuh, Budiman dan dua pejabat lainnya pun dievakuasi.
Baca juga: Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Temukan Benda Diduga Pelacak Kedua: Semakin Diteror, Semakin Gacor
Mengetahui kericuhan dalam diskusi di kampusnya, Tiyo Ardianto mengurai tanggapan.
Namanya disebut-sebut Budiman Sudjatmiko dalam diskusi tersebut, Tiyo mengurai respon menohok.
Dalam akun Instagram-nya, Tiyo menyinggung soal sosok penjilat.
"Penjilat memang tidak layak dapat tempat di kampus rakyat," tulis Tiyo dalam akun Instagram-nya.
Diusir mahasiswa UGM dan langsung meninggalkan acara, Budiman mengurai tanggapan.
Kata Budiman, ia sebenarnya siap berdiskusi dengan mahasiswa di forum tersebut.
Namun karena suasananya tidak kondusif, Budiman memilih pergi.
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif. Saya mengkhawatirkan kondisi yang semakin tidak kondusif apabila saat itu kita masih berada di dalam gedung," kata Budiman dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026) dikutip dari Tribunnews.com.
Berbeda dengan Budiman, dua pejabat lainnya yakni Sudaryono dan Nusron Wahid terlihat sempat bertahan di lokasi acara.
Sempat berada di tengah gerombolan mahasiswa yang mengamuk, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengurai respon.
Sudaryono bercerita bahwa situasi diskusi semakin memanas setelah terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik.
"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," akui Sudaryono.
(TribunTrends/TribunnewsBogor.com)