Beda dengan Pemerintah, PBNU Tetapkan Tahun Baru Islam 1 Muharram Jatuh pada Rabu Besok
Muhammad Zulfikar June 16, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu (17/6/2026).

Penetapan tersebut dilakukan setelah hasil rukyatul hilal di seluruh Indonesia menyatakan hilal tidak berhasil terlihat pada Senin (15/6/2026).

Baca juga: Tahun Baru Islam, Menteri Agama: Semangat Hijrah Adalah Terus Berkontribusi bagi Bangsa

Dalam penetapan 1 Muharram ini, PBNU berbeda dengan Pemerintah, yang menetapkan pada hari ini, Selasa (16/6/2026). 

Keputusan PBNU itu tertuang dalam Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 yang ditandatangani Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur.

"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Senin Pon 29 Dzulhijjah 1447 H/15 Juni 2026 M pada titik di seluruh Indonesia. Semua lokasi tidak melihat hilal," demikian bunyi surat tersebut.

Berdasarkan hasil rukyat tersebut, LF PBNU menetapkan bulan Dzulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari atau menggunakan metode istikmal.

"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu Kliwon 17 Juni 2026 M (mulai malam Rabu) atas dasar istikmal," tulis LF PBNU.

LF PBNU menyampaikan apresiasi kepada para perukyat dan warga Nahdliyin yang terlibat dalam pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai daerah. 

Lembaga tersebut juga meminta jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk menyosialisasikan hasil penetapan awal Muharram kepada warga Nahdlatul Ulama di wilayah masing-masing.

Meski hilal tidak berhasil diamati, secara astronomis posisi hilal saat matahari terbenam pada 15 Juni 2026 sudah berada di atas ufuk. 

Berdasarkan perhitungan dengan markaz Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, tinggi hilal mencapai 2 derajat 1 menit 24 detik dengan elongasi 9 derajat 31 menit 33 detik dan lama hilal berada di atas ufuk selama 37 menit 6 detik.

Baca juga: Detik-detik Kiswah, Kain Penutup Kabah Diganti pada Malam Tahun Baru Islam

LF PBNU menjelaskan bahwa parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi hilal mar'i 0 derajat 42 menit dan lama hilal di atas ufuk 5 menit 19 detik. 

Sementara parameter terbesar tercatat di Lhoknga, Aceh, dengan tinggi hilal mar'i 3 derajat 37 menit dan lama hilal di atas ufuk 18 menit 30 detik.

"Karena di seluruh Indonesia tinggi hilal adalah positif, maka pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk," tulis LF PBNU dalam penjelasannya.

Namun demikian, wilayah yang memenuhi kriteria imkanur rukyat dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat hanya berada di sebagian kawasan Indonesia bagian barat, terutama Aceh. 

Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan tetap menunjukkan hilal tidak berhasil terlihat sehingga awal Muharram ditetapkan melalui mekanisme istikmal.
 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.