Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anestesiologi dan manajemen nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, mengingatkan bahwa keringat yang terasa sangat asin, mudah sesak saat beraktivitas, dan gangguan pernapasan berulang tidak selalu menandakan seseorang kurang bugar.

Dilansir dari laman Hindustan Times pada Selasa, melalui unggahan di Instagram, Sood menjelaskan bahwa gejala tersebut dapat menjadi tanda Cystic Fibrosis, yaitu penyakit genetik yang menyebabkan lendir kental dan lengket menumpuk di berbagai organ tubuh.

Menurut informasi dari Cleveland Clinic, cystic fibrosis dapat merusak paru-paru, pankreas, serta organ lain akibat penumpukan lendir yang sulit dikeluarkan.

Sood menjelaskan bahwa penyakit tersebut terjadi akibat perubahan pada protein cystic fibrosis transmembrane conductance regulator (CFTR), yang berfungsi mengatur pergerakan garam dan air melalui membran sel.

"Ketika protein itu tidak bekerja secara normal, lendir menjadi lebih kental dan lebih sulit dibersihkan dari paru-paru," kata Sood.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan sejumlah gejala, antara lain batuk kronis, infeksi saluran pernapasan berulang, mengi atau napas berbunyi, serta cepat kehabisan napas saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.

Selain memengaruhi paru-paru, cystic fibrosis juga dapat mengganggu keseimbangan garam dalam tubuh.

"Karena itu sebagian orang mengalami keringat yang sangat asin, gejala dehidrasi, atau merasa pusing saat aktif bergerak," ujar Sood.

Ia menambahkan bahwa cystic fibrosis tidak selalu muncul dengan tingkat keparahan yang sama pada setiap penderita. Sebagian orang mengalami gejala berat sejak masa kanak-kanak, sementara yang lain baru terdiagnosis saat dewasa karena gejalanya lebih ringan atau tidak khas.

Menurut Sood, kondisi seperti gangguan paru berulang, masalah sinus kronis, gangguan pencernaan, intoleransi terhadap aktivitas fisik, maupun keringat yang terasa sangat asin sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda kurang berolahraga atau kurang bugar.

Ia menekankan bahwa diagnosis cystic fibrosis memerlukan pemeriksaan medis, termasuk tes kadar klorida pada keringat dan tes genetik.

"Kadang-kadang tubuh telah memberikan petunjuk selama bertahun-tahun sebelum akhirnya seseorang menyadari penyebabnya," kata Sood.

Para ahli mengingatkan bahwa mengenali pola gejala sejak dini dapat membantu mempercepat diagnosis dan penanganan penyakit sehingga komplikasi yang lebih serius dapat dicegah.