Penyebab Sebenarnya Satu Keluarga Tewas di Wisata Temanggung, Bukan Sengaja atau Kelalaian Pengelola
Musahadah June 16, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Penyebab tewasnya satu keluarga di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah akhirnya terungkap.

Polisi tidak menemukan adanya unsur kesengajaan dari para korban untuk mengakhiri hidupnya. 

Polisi juga tidak mendapatkan adanya kelalaian pengelola kawasan wisata Posong hingga mengakibatkan empat orang dalam satu keluarga itu tewas di dalam tenda pada Rabu (27/5/2026). 

Satu keluarga terdiri dari ayah Muhammad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua anak mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16), itu tewas karena keracunan karbon monoksida. 

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Nasir Anwar pada Senin (15/6/2026).  

Baca juga: Akhirnya Hasil Uji Forensik Satu Keluarga Tewas di Area Wisata Temanggung Keluar, Ini Langkah Polisi

"Berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang, didapatkan bahwa tanda keracunan karbon monoksida dan tidak didapatkan keracunan sianida," katanya, dilansir dari Kompas.com.

Karbon monoksida itu berasal dari pembakaran briket atau arang menggunakan tungku yang berada di dalam tenda dalam keadaan tertutup rapat.

Nasir menegaskan, penyidik juga telah memeriksa isi handphone korban untuk diselidiki.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyidik tak menemukan adanya motif bunuh diri.

Selain itu, penyidik juga menemukan adanya tanda-tanda kekerasan benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban.

Di sisi lain, hasil lab forensik juga menunjukkan bahwa urine dan darah korban positif mengandung karbon monoksida.

"Penyidik menyimpulkan kematian empat korban karena keracunan karbon monoksida yang mengakibatkan mati lemas," tandasnya.

Untuk memastikan sumber paparan karbon monoksida, Bidlabfor Polda Jateng melakukan simulasi langsung di lokasi kejadian.

Kasubbid Kimia Biologi Forensik Bidlabfor Polda Jateng, AKBP Ibnu Sutarto menyampaikan, hasil simulasi menunjukkan sumber karbon monoksida berasal dari pembakaran tungku arang atau briket di dalam tenda.

"Konsentrasi gas yang dihasilkan dapat mencapai 2000 ppm yang sangat berbahaya bagi manusia," bebernya.

Menurut Ibnu, kadar tersebut jauh melampaui batas aman bagi manusia.

"Bahkan ketika dilakukan uji pembakaran di luar tenda, gas karbon monoksida masih berpotensi masuk ke dalam dan melampaui ambang batas aman (200 ppm)," imbuhnya.

Pihak Pengelola Tidak Bersalah

GAS BERACUN - Iringan ambulans yang mengangkut 4 jenazah keluarga Ali Munawar tiba di rumah duka. Terkait penyebab kematian mereka masih misteri. Badan geologi tak temukan gas beracun di lokasi.
GAS BERACUN - Iringan ambulans yang mengangkut 4 jenazah keluarga Ali Munawar tiba di rumah duka. Terkait penyebab kematian mereka masih misteri. Badan geologi tak temukan gas beracun di lokasi. (kompas.com)

Polisi menyatakan tidak menemukan unsur kelalaian dari pihak Pengelola Taman Wisata Alam Posong atas meninggalnya satu keluarga ini.

Nasir Anwar menegaskan bahwa penyidik tidak menemukan unsur kelalaian dari pihak pengelola wisata karena prosedur keselamatan telah dijalankan.

"Selain itu, petugas pengelola sudah memberi peringatan kepada korban untuk tidak menyalakan tungku di dalam tenda karena berbahaya," ujarnya, Senin (15/6/2026), dilansir dari TribunJateng.

Kronologi Kejadian

MENINGGAL - Satu keluarga asal Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, di kawasan wisata Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Rabu (27/5/2026). 
MENINGGAL - Satu keluarga asal Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, di kawasan wisata Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Rabu (27/5/2026).  (Tribun Jateng/eka yulianti)

Fakta lain mengungkap, ternyata jasad empat anggota keluarga ini baru ditemukan 8 hingga 12 jam setelah kematiannya. 

Pjs Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Putra mengatakan, keluarga Ali ditemukan meninggal dalam keadaan tubuh kaku.

Sesuai pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung, keempat korban diduga sudah tewas selama kurun dini hari sampai pagi sebelumnya.

Baca juga: Imbas Satu Keluarga Meninggal di Wisata Temanggung, Tim Geologi Turun Tangan, Pemkab: Tak Masuk Akal

“Mereka ditemukan kurang lebih jam 15.45. Kemungkinan antara malam sampai pagi, 8-12 jam sebelumnya, sudah meninggal dunia,” ujar Komang di Polres Temanggung, Jumat (29/5/2026). 

Berdasarkan hasil olah TKP Tim Identifikasi Polres Temanggung, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah, serta pemeriksaan empat saksi, berikut adalah runtutan kronologi lengkap peristiwa tersebut:

Selasa, 26 Mei 2026

Pukul 22.00 WIB:

Rombongan keluarga Ali Munawar tiba di area perkemahan Taman Wisata Alam Posong.

Mereka datang menggunakan mobil pribadi untuk melakukan aktivitas camping (berkemah) dan langsung mendirikan tenda glamping.

Malam Hari (Tengah Malam):

Keluarga tersebut melakukan aktivitas memasak barbekiu (barbecue) di area teras atau tepat di depan mulut pintu tenda.

Ali Munawar, yang memiliki pengalaman kerja di Korea Selatan, menggunakan satu set kompor gas portabel dan tungku tanah liat berbahan briket miliknya sendiri.

Selesai Memasak:

Karena kondisi cuaca di kawasan wisata lereng gunung tersebut sangat dingin, keluarga memutuskan masuk ke dalam tenda untuk beristirahat.

Sebelum tidur, mereka menutup rapat seluruh pintu tenda termasuk ventilasi di sisi kanan dan kiri.

Asap sisa pembakaran barbekiu diduga ikut terperangkap di dalam tenda yang bersifat kedap udara dan kedap air.

Rabu, 27 Mei 2026
Pukul 11.45 WIB:

Petugas pengelola wisata mendatangi tenda korban untuk mengingatkan agar bersiap melakukan proses check out karena area camping akan segera dibersihkan.

Petugas memanggil dari luar, namun sama sekali tidak ada respons atau jawaban dari dalam tenda.

Pukul 15.00 WIB:

Mengingat batas waktu check out resmi (pukul 12.00 WIB) sudah terlewat selama tiga jam, petugas kembali mendatangi lokasi.

Curiga karena kondisi tenda tetap hening, petugas berinisiatif membuka paksa pintu tenda.

Pukul 15.15 WIB:

Petugas menemukan keempat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang sudah kaku.

Pengelola wisata langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Temanggung.

Kamis, 28 Mei 2026
Pukul 08.00 WIB:

Satreskrim Polres Temanggung bersama tim medis mulai melakukan pemeriksaan intensif terhadap empat orang saksi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kompor gas portabel, tungku briket, dan sampel sisa makanan untuk dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.

Baca juga: Kematian Keluarga asal Semarang di Posong, Pemkab Temanggung Buka Suara

Jumat, 29 Mei 2026
Siang Hari:

Pihak keluarga korban di Kabupaten Semarang dan Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan pernyataan resmi kepada media, menyatakan bahwa mereka sedang menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan keluar dalam waktu tiga hari ke depan (sekitar tanggal 1 Juni 2026). (kompas.com/tribun jateng)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.