5 Pengakuan Budiman Sudjatmiko usai Diskusi di UGM Ricuh: Tak Kondusif, Masih Seperti yang Dulu
Garudea Prabawati June 16, 2026 12:23 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kericuhan terjadi saat acara diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Dalam acara itu, hadir Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Meski diwarnai ketegangan, tidak ada laporan korban dalam peristiwa tersebut.

Kericuhan bermula ketika Budiman Sudjatmiko sedang menyampaikan pandangannya terkait kebebasan berpendapat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pemaparannya, Budiman menegaskan pemerintah tidak akan membungkam kritik masyarakat dengan cara-cara yang tidak terpuji. 

Pernyataan itu berkaitan dengan polemik yang berkembang menyusul viralnya unggahan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Tak lama setelah itu, sekelompok massa dari area tribun bergerak menuju panggung.

Jumlah massa yang naik ke area panggung terus bertambah hingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan petugas keamanan.

Setelah terjadi kericuhan, Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono dievakuasi oleh petugas keamanan kampus.

Mengenai kericuhan terkait acara diskusi di UGM, Budiman Sudjatmiko telah memberikan tanggapannya.

Lantas, apa saja pengakuan Budiman?

Baca juga: Kata SEMA UGM usai Acara Sudaryono Cs Digeruduk Mahasiswa: Pancasila Tak Seharusnya Cuma Pemanis

1. Situasi Tak Kondusif

Budiman Sudjatmiko mengaku sebenarnya dia siap berdialog secara terbuka dengan mahasiswa.

Namun, situasi yang semakin tidak kondusif membuat petugas keamanan memutuskan mengevakuasinya dari lokasi acara.

"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar. Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa. Tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," ujar Budiman dalam pesan yang diterima, Selasa (16/6/2026).

2. Tak Keberatan Temui Mahasiswa

Budiman mengaku sempat meminta tetap berada di dalam ruangan untuk melanjutkan dialog. 

Namun, aparat keamanan memiliki pertimbangan berbeda karena khawatir situasi semakin memanas.

"Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ungkap dia.

3. Masih Seperti yang Dulu

Budiman Sudjatmiko mengaku sempat menegaskan ke massa yang memprotes dirinya di UGM bahwa dirinya tidak berubah karakter.

Adapun Budiman sebelumnya dikenal sebagai aktivis dan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang menentang pemerintahan Presiden Soeharto.

Kini, Budiman menjadi pejabat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya jawab, ‘Aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya enggak berubah',” ungkapnya kepada Kompas.com, Selasa.

“Salah satu dari mereka bilang, ’Saya mengidolakan Anda dari dulu, tapi Anda mengkhianati kami. Anda hidup enak-enak. Piye, penak dadi menteri Prabowo? Lali karo rakyat? (Bagaimana, enak jadi menteri Prabowo? Lupa dengan rakyat?)’” kata Budiman menirukan orang yang menghardiknya di panggung diskusi UGM.

Baca juga: Di UGM, Menteri Nusron Kesal Dituding Gusur Orang Papua: Kapan Kamu Mau Kuajak ke Papua?

BUDIMAN SUDJATMIKO - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Senin (4/5/2026).
BUDIMAN SUDJATMIKO - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Senin (4/5/2026). (Tribunnews.com/Warta Kota Production)

4. Lihat Botol Air Mineral Melayang

Dalam situasi berdesak-desakan, Budiman melihat ada botol air mineral melayang, meski dia sendiri tidak mengalami tindakan kekerasan.

“Ajudan saya bilang ada yang mau memukul saya, tapi dihalangi ajudan saya sehingga kepala ajudan saya kena pukul,” lanjut Budiman.

5. Tujuan Diskusi Tak Tercapai

Budiman menilai kericuhan yang terjadi di UGM justru membuat tujuan utama forum tidak tercapai.

Padahal, menurut dia, peserta yang hadir sejak awal tampak mengikuti jalannya acara dengan tertib dan menunggu sesi interaktif bersama para narasumber.

"Nah, soal kekacauan tadi, menurut saya itu malah merepotkan mahasiswa. Jadi kesannya jadi mahasiswa menolak audiensi," ucapnya, masih dari Kompas.com.

Ia juga menekankan, pertemuan langsung dengan mahasiswa penting untuk saling bertukar pandangan sekaligus menjelaskan berbagai program pemerintah.

Karena acara berakhir ricuh, tujuan tersebut pada akhirnya tidak terpenuhi.

"Debat, beradu argumentasi, melihat dari berbagai macam perspektif berbeda. Jadi perlu tidak untuk yang kami sampaikan, silakan gali, silakan kritik, lihat cocok di mana. Ya kami juga ingin tahu perspektif mahasiswa," pungkas Budiman.

Nusron Wahid dan Sudaryono Bertemu Mahasiswa

Dikutip dari TribunJogja.com, Nusron Wahid dan Sudaryono sempat menemui mahasiswa setelah dievakuasi keluar joglo GIK.

Para mahasiswa sempat mengadang mobil yang dinaiki oleh ketiga pejabat tersebut.

Nusron dan Sudaryono dengan pengawalan lalu menuju gerbang selatan UGM.

Namun, sebelum sampai pintu keluar, para mahasiswa berhasil memaksa keduanya untuk duduk diskusi bersama.

Baca juga: Mahasiswa Marah saat Sudaryono, Nusron, dan Budiman Dialog di UGM, PDIP: Wajar, Acaranya Propaganda

DISKUSI UGM RICUH - Tiga orang pejabat yang mengikuti diskusi dievakuasi saat diskusi UGM Senin (15/6/2026) berujung ricuh. Sempat terjadi aksi dorong dan kejar-kejaran antara mahasiswa dan pejabat. Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko bersuara soal ini.
DISKUSI UGM RICUH - Tiga orang pejabat yang mengikuti diskusi dievakuasi saat diskusi UGM Senin (15/6/2026) berujung ricuh. Sempat terjadi aksi dorong dan kejar-kejaran antara mahasiswa dan pejabat. Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko bersuara soal ini. (Istimewa)

Dalam diskusi tersebut, seorang mahasiswa bertanya kepada Nusron mengenai ratusan ribu hektare lahan di Papua yang dialihfungsikan.

Mahasiswa itupun menagih tanggungjawab Nusron sebagai menteri ATR/BPN.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, Nusron memberikan jawaban dengan mengajak mahasiswa datang langsung ke Papua untuk melihat fakta yang ada di lapangan.

Namun jawaban itu tidak memuaskan para mahasiswa yang sudah hadir.

Beberapa menit berselang, Nusron dan Sudaryono bangkit dari duduknya dan menuju arah Bundaran UGM.

Para mahasiswa mencoba menghalau mereka dengan water barrier.

Tapi, rombongan Nusron dan Sudaryono tetap tembus.

Momen kejar-kejaran terjadi setelahnya.

Nusron dan Sudaryono berhasil dievakuasi, meninggalkan lokasi dengan menumpang mobil patwal.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Reza Deni) (TribunJogja.com/HAS) (Kompas.com/
Danu Damarjati/Yefta Christopherus Asia Sanjaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.