TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus pembunuhan di lingkungan keluarga menunjukkan betapa rentannya hubungan antar anggota keluarga ketika konflik tidak terselesaikan dengan baik.
Pada Jumat (12/6/2026) lalu, pria berinisial D (24) membunuh neneknya di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Motif pembunuhan yakni D sakit hati tak diberi pinjaman uang.
Kasus pembunuhan antar anggota keluarga juga terjadi di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Wanita bernama Khoiriah (47) ditemukan tewas di kamar kos dalam kondisi penuh luka lebam pada Sabtu (13/6/2026).
Jenazah sempat dimakamkan, namun keluarga meminta proses ekshumasi karena kematiannya janggal.
Baca juga: Sosok Pelaku Pembunuhan Janda di Ogan Ilir Sumsel, Gunakan Racun dan Rekayasa Kematian
Setelah dilakukan ekshumasi terungkap korban mengalami penganiayaan sebelum tewas.
Polisi telah mengamankan kakak kandung korban berinisial S yang selama ini tinggal bersama di kos bersama Khoiriah.
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menerangkan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam kos telah dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti.
"Kami sudah mengamankan terduga pelaku, yaitu kakak kandung daripada korban,” paparnya, Senin (15/6/2026).
Kakak beradik tersebut berasal dari Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang dan tinggal di kos wilayah Jogoroto.
Hingga kini, kondisi psikologis terduga belum stabil sehingga belum dilakukan pemeriksaan.
"Belum bisa mendalami motif dari terduga pelaku tersebut," katanya.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Bocah di Sragen Sudah Incar Harta Korban sejak Lama, Sempat Pura-pura Bertamu
Pihaknya masih menunggu laporan dari dokter forensik terkait kematian korban.
“Untuk penyebab kematian, kemarin sudah kami lakukan autopsi. Memang menurut keterangan dokter forensik, kematian disebabkan oleh alasan yang tidak wajar,” bebernya.
Sebelumnya, ketua RT setempat, K, menyatakan luka lebam ditemukan di kepala hingga kaki korban.
"Di bagian pelipis ada luka, telinganya juga mengeluarkan darah. Selain itu terdapat bekas luka di leher, punggung, tangan, dan kaki," katanya, Minggu (14/6/2026), dikutip dari TribunJatim.com.
Berdasarkan kesaksian tetangga kos, korban dipukul berulang kali menggunakan barang-barang di kos.
"Warga yang mengetahui kejadian menyebut korban dipukul berkali-kali hingga mengalami lebam di berbagai bagian tubuh," tandasnya.
Kepala korban juga dibenturkan ke dinding.
Dugaan awal, pelaku emosi lantaran korban memakan bumbu pecelnya.
Kasus terungkap setelah warga mendatangi kos korban karena mendengar teriakan.
"Ada tetangga yang melihat langsung. Posisi pintunya memang memungkinkan orang di luar melihat ke dalam kamar," lanjutnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJatim.com/Anggit)