TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Kepanikan melanda warga Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, setelah guncangan gempa bumi bermagnitudo (M) 6,7 yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, turut dirasakan kuat di wilayah mereka, Selasa (16/6/2026).
Getaran berlangsung beberapa menit tersebut memaksa masyarakat berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.
Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi M 6,7 tersebut berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Gempa M 6,7 di Palu Terasa hingga Mamuju, Pasien RSUD Sulbar Berhamburan Keluar Gedung
Baca juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, BMKG Catat 9 Kali Gempa Susulan
Meski berpusat di provinsi tetangga, gempa tersebut memiliki radius getaran yang luas hingga dirasakan signifikan di sejumlah wilayah Sulawesi Barat, termasuk Kabupaten Mamuju Tengah.
”Getarannya cukup kuat, lampu dan lemari bergoyang. Kami langsung keluar rumah karena takut terjadi gempa susulan,” ujar Rara (24), seorang warga di Desa Topoyo , Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun tempat usaha langsung berlari menuju area terbuka seperti halaman dan pinggir jalan.
Mereka memilih tetap berada di luar ruangan guna mengantisipasi potensi gempa susulan.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur bangunan akibat peristiwa ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi resmi terkait data gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah