Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes menjadi pusat perhatian dalam rumor transfer di Newcastle United. Legenda klub, Chris Waddle, dalam wawancara eksklusif dengan GOAL, mendesak kedua gelandang tersebut agar bersikap “cukup jantan” untuk mengungkapkan secara terbuka mengenai masa depan mereka. Klub-klub besar seperti Manchester United, Arsenal, dan Manchester City dikabarkan tengah memantau dua pemain andalan Liga Primer Inggris tersebut.
Guimaraes, yang kerap mengenakan ban kapten di St James’ Park, saat ini sedang menjalani tugas internasional bersama tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026. Fokusnya kini tertuju pada ajang tersebut, sementara urusan domestik untuk sementara dikesampingkan.
Meski demikian, Newcastle tetap membutuhkan kejelasan mengenai masa depan gelandang asal Amerika Selatan itu. Jika Guimaraes membuka peluang untuk tantangan baru, Eddie Howe dan timnya harus segera mencari pengganti yang sepadan.
Hal yang sama berlaku bagi pemain asal Italia, Tonali. Kualitasnya—mulai dari kemampuan tekel keras hingga daya dorong saat membawa bola—menjadi elemen penting dalam permainan The Magpies. Mencari pemain dengan karakter serupa untuk menjaga keseimbangan lini tengah tentu bukan hal mudah.
Dalam situasi tanpa kompetisi Eropa, ancaman penjualan pemain bintang kini menghantui Newcastle. Dana besar tentu bisa diperoleh jika Tonali atau Guimaraes dilepas, mengingat keduanya memiliki nilai pasar tinggi. Newcastle sendiri sudah meraup sekitar £70 juta (setara $94 juta) dari penjualan Anthony Gordon ke Barcelona.
Howe berpeluang memiliki dana tambahan pada bursa transfer musim panas 2026, ketika jendela transfer kembali dibuka. Klub-klub domestik seperti Arsenal, Manchester United, dan Manchester City disebut-sebut tengah mengincar dua pilar lini tengah The Magpies tersebut. Tawaran menarik bisa saja datang dari Emirates Stadium, Old Trafford, atau Etihad Stadium.
Namun, Newcastle tampaknya enggan melepas aset berharganya, terutama setelah hanya finis di posisi ke-12 pada musim lalu. Menjaga pemain kunci tetap bertahan menjadi prioritas, meski absennya kompetisi Eropa untuk musim 2026-27 bisa menjadi faktor yang menyulitkan.
Ketika ditanya apakah Tonali dan Guimaraes berpotensi meninggalkan St James’ Park, Chris Waddle, mantan bintang Newcastle, menjawab dalam wawancara eksklusif dengan GOAL melalui NewBettingOffers.co.uk: “Tentu saja, Tonali tidak bermain di Piala Dunia. Ada banyak pembicaraan, tapi siapa yang memulainya? Jika bukan pemainnya, pasti agennya. Mari kita jujur.”
“Apakah mereka sudah cukup puas? Musim yang mengecewakan, performa Newcastle sangat buruk. Mungkin para pemain ini berpikir, ‘Saya harus bermain di level tertinggi, saya ingin tampil di Liga Champions’—dan alasan itu kini jadi ‘kartu keluar’ yang mudah digunakan.”
“Menurut saya, jika mereka benar-benar ingin pergi dan memang ada niat, mereka seharusnya berani berkata, ‘Saya sudah menikmati beberapa tahun di sini, tapi sudah waktunya untuk pindah’. Dan mungkin itu bukan di Inggris—Tonali mungkin saja tetap di sini, tapi Guimaraes yang kini berusia 28/29 tahun bisa saja melanjutkan kariernya di Eropa.”
“Saya tidak mengerti kenapa para pemain tidak mau berbicara terang-terangan, ‘Saya menikmati waktu saya di sini, tapi saya ingin pindah’. Orang akan menghormati kejujuran itu. Tapi ketika mereka bersembunyi di balik agen atau media, seharusnya mereka cukup jantan untuk berkata, ‘Saya mencintai Newcastle, saya bahagia di sini’, atau, ‘Saya ingin pergi, saya ingin bermain di Liga Champions, saya tidak ingin terus berada di posisi tengah klasemen, saya ingin bersaing di empat atau lima besar’. Maka orang akan berkata, ‘Baiklah, setidaknya dia jujur’.”
Kedua gelandang itu memang santer dikaitkan dengan klub-klub raksasa Liga Primer. Agen Tonali dikabarkan telah banyak berbicara sejak akhir jendela transfer musim dingin, di mana Arsenal—calon juara Liga Primer saat itu—dilaporkan mengajukan pendekatan untuk memperkuat skuad mereka di hari terakhir bursa.
Pintu masih terbuka bagi Tonali, yang kini berusia 26 tahun, untuk mempertimbangkan berbagai opsi. Sementara itu, Guimaraes—setelah empat setengah tahun memperkuat Newcastle dengan 195 penampilan dan satu trofi Piala Carabao—mungkin merasa masih memiliki kesempatan untuk satu langkah besar berikutnya dalam kariernya.