Kuota Pupuk Subsidi untuk Petani Desa Rias Tersalurkan 46 Persen, Distribusi Berjalan Lancar
Hendra June 16, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dipastikan masih aman.

Distributor pupuk subsidi terus melakukan penyaluran sesuai kuota yang tersedia. Pasokan pupuk juga akan kembali bertambah dalam waktu dekat untuk memenuhi kebutuhan petani menjelang masa tanam selanjutnya.

Distributor pupuk subsidi Desa Rias, Tahang, mengatakan pasokan pupuk subsidi untuk petani masih berjalan normal tanpa kendala berarti.

Ia memastikan distribusi pupuk terus dilakukan sesuai jadwal dan kebutuhan kelompok tani yang telah terdaftar. Tambahan stok pupuk juga dijadwalkan tiba guna menjaga ketersediaan di tingkat petani.

“Untuk pupuk subsidi aman, insya Allah besok pagi datang lagi,” katanya kepada Bangkapos.com, Selasa (16/6/2026).

Tahang membeberkan, saat ini alokasi pupuk subsidi yang diterima Desa Rias masih berupa pupuk Urea dan NPK Phonska. Kuota kedua jenis pupuk tersebut mencapai 1.232 ton untuk 35 kelompok tani, terdiri dari 862 ton pupuk NPK Phonska dan 370 ton pupuk Urea.

Berdasarkan data penyaluran pupuk subsidi tahun 2026, tingkat serapan pupuk subsidi di Desa Rias hingga pertengahan tahun telah mencapai sekitar 46,27 persen atau sebanyak 570 ton telah tersalurkan kepada petani.

Rinciannya, penyaluran NPK Phonska mencapai 390 ton atau sekitar 45,24 persen dari total alokasi. Sementara pupuk Urea telah tersalurkan sebanyak 180 ton atau sekitar 48,65 persen. Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 662 ton pupuk subsidi atau 53,73 persen dari total alokasi yang akan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan petani.

“Penyaluran pupuk terus berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” jelas Tahang.

Adapun pengajuan pupuk subsidi dilakukan melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Dalam sistem tersebut, petani mengajukan kebutuhan pupuk berdasarkan luas lahan yang dimiliki serta ketentuan dosis yang telah ditetapkan pemerintah.

Untuk setiap hektare lahan, petani dapat mengajukan pupuk Urea sebanyak 125 kilogram dan NPK Phonska sebesar 375 kilogram.

Menurut Tahang, mekanisme penebusan pupuk subsidi hingga saat ini tidak mengalami perubahan. Seluruh proses distribusi dan pengambilan pupuk masih dilakukan melalui aplikasi i-Pubers sesuai aturan yang berlaku.

Petani yang telah terdaftar dapat melakukan penebusan pupuk sebagaimana prosedur yang telah berjalan.

Proses pengambilan pupuk subsidi oleh petani di Desa Rias juga disebut berlangsung lancar. Distribusi yang berjalan normal dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan budidaya pertanian, terutama pada musim tanam yang sedang berlangsung. Ketersediaan pupuk yang cukup diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian masyarakat.

“Sampai sekarang tidak ada kendala berarti dalam penebusan pupuk subsidi,” sebutnya.

Tahang turut memberikan apresiasi kepada pemerintah karena telah menurunkan harga pupuk subsidi sejak akhir tahun 2025 lalu.

Kini harga pupuk Urea dibanderol Rp90 ribu per karung dan NPK Phonska Rp92 ribu per karung. Ke depan, pemerintah diharapkan dapat menambah kuota pupuk subsidi dengan jenis yang lebih beragam.

“Penambahan kuota pupuk subsidi akan sangat membantu peningkatan produksi pertanian di Desa Rias,” ucap Tahang.

Sementara itu, petani Desa Rias, Fitriansyah, menilai ketersediaan pupuk subsidi menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian yang dikelola masyarakat.

Kelancaran distribusi pupuk selama ini membantu petani memenuhi kebutuhan pemupukan sesuai jadwal tanam. Namun, petani tetap berharap adanya penambahan kuota agar seluruh kebutuhan pupuk dapat terpenuhi secara maksimal.

“Kalau kuota pupuk subsidi ditambah, tentu akan sangat membantu petani meningkatkan hasil produksi dan memperluas areal tanam,” kata Fitriansyah.

Fitriansyah menambahkan, peningkatan indeks penanaman yang telah dicapai petani Desa Rias menunjukkan sektor pertanian di wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Dukungan pupuk subsidi yang memadai dinilai akan mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan.

“Semoga kelancaran distribusi pupuk subsidi membuat produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujarnya.

 (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.