Nusron Wahid Sesalkan Diskusi di UGM Ricuh, Tegaskan Demokrasi Harus Beradab
Erik S June 16, 2026 02:21 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyesalkan ricuhnya forum diskusi yang dihadirinya bersama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.

Menurutnya demokrasi harus ditegakkan dengan cara yang beradab.

Mulanya Nusron mengatakan senang bisa bersilaturahmi ke kampus UGM.

"Kami datang, ada panitianya baik-baik, surat izin lengkap dari rektorat. Dan kita datang untuk berdialog dengan siapa saja, dengan sivitas akademika, dengan topik apa pun, karena kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri untuk memang siap untuk di-bully, siap dicaci maki di hadapan siapa pun, karena itulah konsekuensi daripada jabatan," kata Nusron dikutip dari akun media sosialnya pada Selasa (16/6/2026).

Tapi rupa-rupanya, lanjutnya takdir berkata lain. Ada sekelompok orang yang anti demokrasi, ternyata tidak siap berdialog, tidak siap berdemokrasi, dan tidak siap untuk menerima dialog pemikiran.

"Mengedepankan memaksakan kehendak, dan mengedepankan kekerasan. Karena itu, kami sangat sayangkan," imbuhnya.

Menurutnya forum yang harusnya berlangsung baik, sebagaimana di kampus-kampus yang lain, tidak ada motivasi untuk mengebiri.

"Kalau memang ada yang salah kita siap mengoreksi, kalau ada yang masukan kita akan kita tindak lanjuti, tapi ternyata digagalkan oleh sekelompok orang tertentu," ucap Nusron.

Hal itu dinilainya mengecewakan ratusan hadirin yang lain, yang berkeinginan untuk mengikuti acara dengan baik.

"Saya kira mari kita tegakkan demokrasi dengan cara yang beradab. Karena itu, ruang diskusi dan ruang untuk berdebat di berbagai forum apa pun tidak boleh ditutup dan tidak boleh monolog dengan menciptakan opini tunggal dari kelompok-kelompok tertentu," kata Nusron.

Baca juga: Ricuh Diskusi di UGM, Wamentan Sudaryono Buka Suara: Singgung Film Pesta Babi, Akui Ada Pelemparan

"Kami siap melayani berbagai undangan-undangan kalau ada untuk adu data dan adu argumentasi. Tapi malam ini sungguh kami sesalkan, tapi kami tidak menyesal," tegasnya.

Diketahui kericuhan diskusi bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar itu, bermula ketika Budiman Sudjatmiko sedang menyampaikan pandangannya terkait kebebasan berpendapat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pemaparannya, Budiman menegaskan pemerintah tidak akan membungkam kritik masyarakat dengan cara-cara yang tidak terpuji. Pernyataan itu berkaitan dengan polemik yang berkembang menyusul viralnya unggahan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Tak lama setelah itu, sekelompok massa dari area tribun bergerak menuju panggung. Awalnya, Budiman masih membuka ruang dialog dan menunggu massa yang ingin menyampaikan pendapat secara langsung.

Namun jumlah massa yang naik ke area panggung terus bertambah hingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan petugas keamanan.

Situasi yang semakin tidak terkendali membuat Budiman akhirnya dievakuasi melalui pintu samping gedung.

Dalam insiden tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga sempat dimintai penjelasan oleh mahasiswa sebelum akhirnya turut diamankan dan dievakuasi oleh petugas keamanan kampus. Meski diwarnai ketegangan, tidak ada laporan korban dalam peristiwa tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.