Pakta AS–Iran Disambut 17 Negara, Dunia Desak Selat Hormuz Dibuka Kembali
Ansari Hasyim June 16, 2026 02:23 PM

SERAMBINEWS.COM - Angin segar diplomasi berembus dari Timur Tengah. Sebanyak 17 negara menyambut nota kesepahaman yang diumumkan antara Amerika Serikat dan Iran, seraya menilai kesepakatan itu sebagai peluang penting untuk memulihkan stabilitas kawasan sekaligus menopang perekonomian global.

“Ini adalah momen peluang untuk memulihkan stabilitas regional dan menstabilkan perekonomian global,” demikian pernyataan bersama yang lebih dulu diteken Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, sebelum diikuti oleh 13 negara lainnya.

Para penandatangan menyampaikan apresiasi kepada Washington dan Teheran, serta para mediator, Pakistan dan Qatar atas apa yang mereka sebut sebagai terobosan diplomatik.

Mereka menegaskan, detail teknis perundingan harus segera dirampungkan dan kesepakatan dilaksanakan cepat, menyeluruh, dan dapat diverifikasi.

Sorotan utama pernyataan itu adalah desakan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pemulihan kebebasan navigasi tanpa syarat dan tanpa pembatasan, jalur vital bagi perdagangan energi dunia.

Baca juga: AS-Iran Sepakat Damai, Israel Tolak Mundur dari Lebanon dan Gaza: "Kami Bertahan Tanpa Batas Waktu"

Negara-negara lain yang turut menandatangani pernyataan bersama tersebut ialah Jepang, Kanada, Australia, Belgia, Bulgaria, Siprus, Republik Dominika, Estonia, Finlandia, Yunani, Latvia, Polandia, dan Portugal.

Selain dukungan politik, para pemimpin menyatakan kesiapan berkontribusi melalui misi defensif dan independen untuk menjamin keamanan pelayaran komersial serta operasi pembersihan ranjau laut, sesuai mandat konstitusional masing-masing negara.

Pernyataan itu juga menegaskan kembali sikap bersama bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir, serta membuka pintu kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional guna memastikan tujuan tersebut tercapai. Seiring itu, mereka menyatakan kesiapan mencabut sanksi relevan apabila Iran mengambil langkah nyata dan terverifikasi terkait program nuklirnya.

Komitmen menjaga momentum diplomasi ditegaskan dengan janji bekerja sama dengan AS, Iran, dan mitra regional demi mencapai penyelesaian jangka panjang. Pernyataan tersebut turut mengulang dukungan terhadap stabilitas, kedaulatan, dan integritas wilayah Lebanon, serta menekankan pentingnya gencatan senjata yang kokoh.

Ketegangan kawasan sendiri melonjak sejak akhir Februari, menyusul serangan udara AS dan Israel ke Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Teheran membalas dengan serangan ke negara-negara Teluk dan Israel, disertai pembatasan pelayaran di Selat Hormuz.

Melalui mediasi Pakistan, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April, sebelum mengumumkan perjanjian kerangka untuk mengakhiri konflik. Kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani resmi di Swiss pada 19 Juli, membuka babak baru harapan bagi stabilitas kawasan dan ekonomi dunia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.