TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Siapa sangka, seorang lulusan SMK Jurusan Listrik yang memiliki hobi mengulik motor modifikasi di bengkel, kini menjelma menjadi "bintang" baru di jagat media sosial.
Sosok tersebut adalah Eko Sanjaya, pemuda yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan sebagai satpam di RSJ Dr. Yaunin Padang.
Berawal dari ajakan spontan tim marketing untuk membantu konten promosi, aksi Eko yang lugu namun penuh humor saat menjelaskan fasilitas ruangan rumah sakit justru meledak viral hingga membuatnya mendadak jadi buruan foto para tetangga dan teman-temannya.
Dalam video yang beredar luas, netizen mengaku terhibur dengan ekspresi wajah Eko yang tampak polos namun menggelitik saat memperkenalkan fasilitas rumah sakit.
Ditambah lagi, bumbu-bumbu candaan segar yang ia lontarkan saat menjelaskan fungsi dari setiap ruangan membuat citra rumah sakit jiwa yang biasanya kaku berubah menjadi penuh tawa.
Saat ditemui langsung pada Selasa (16/6/2026), pria ramah ini tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya atas respons luar biasa dari masyarakat digital.
Eko Sanjaya mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa konten edukasi sekaligus promosi yang ia buat bersama tim marketing rumah sakit bisa meledak di media sosial.
Baca juga: Program Equity UNP-LPDB, Ulas Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau dengan Pendekatan OVOP
Menelisik latar belakangnya, Eko Sanjaya merupakan pemuda asli kelahiran Kota Padang pada 2 November 1999.
Anak dari lima bersaudara ini diketahui merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan mengambil fokus pada jurusan teknik kelistrikan.
Meski memiliki latar belakang pendidikan kelistrikan, Eko ternyata menyimpan hobi yang cukup jauh menyeberang ke dunia otomotif.
Di luar jam dinasnya sebagai petugas keamanan, ia kerap menghabiskan waktu di bengkel untuk memodifikasi hingga memperbaiki sepeda motor, sebuah keterampilan yang ia pelajari secara otodidak.
Kariernya di RSJ Dr. Yaunin Padang sendiri sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun lamanya.
Pria berusia 26 tahun ini tercatat resmi mulai mengabdi dan mengenakan seragam satuan pengamanan (Satpam) di rumah sakit tersebut sejak tahun 2022 silam.
Baca juga: Aksi Kocak Satpam RSJ Yaunin Padang Viral, Eko Sanjaya Kaget Kini Banyak yang Minta Foto
Sebelum videonya menembus angka jutaan penonton seperti sekarang, Eko mengaku memang sudah beberapa kali terlibat dalam pembuatan video promosi internal.
Namun, proyek video pengenalan ruangan kali ini membawa nasib yang berbeda dan mendongkrak popularitas akun media sosial tempatnya bekerja.
"Awalnya saya diajak oleh pihak marketing untuk membantu promosi, kemudian diberikan contoh videonya. Setelah melihat konsepnya, langsung saya 'gas' saja," kenang Eko sambil tersenyum.
Ia menceritakan, banyak netizen yang menyoroti improvisasi kata-kata yang ia ucapkan di dalam video, terutama saat membahas fasilitas rawat inap.
"Banyak komentar netizen yang lucu-lucu, seperti ulasan 'silakan masuk' atau 'silakan daftar'. Terus kata-kata 'refreshing' di ruang rawat inap yang saya ucapkan itu juga ramai sekali dibahas di kolom komentar," tambahnya.
Dampak dari viralnya video tersebut ternyata langsung mengubah kehidupan sehari-hari Eko di dunia nyata.
Kini, ia kerap dimintai foto bersama oleh para tetangga di sekitar rumahnya hingga teman-teman sejawat yang kemudian membagikannya ke media sosial masing-masing.
Baca juga: Lokasi dan Jadwal Gerakan Pangan Murah di Pasaman Barat, Beras 5 KG Cuma Rp60 Ribu Plus Souvenir
Kendati kini namanya tengah naik daun dan banjir atensi, Eko menegaskan bahwa dirinya tidak akan terlena dengan popularitas sesaat tersebut.
Sebagai seorang anggota satpam, ia berkomitmen penuh untuk tetap menempatkan tugas-tugas menjaga keamanan lingkungan rumah sakit sebagai prioritas utama.
"Sebagai satpam, saya tidak melupakan tugas keamanan, itu tetap yang paling utama bagi saya. Baru setelah tugas utama beres, saya bantu tim marketing untuk bikin video," tegasnya.
Melalui momentum viral ini, Eko menaruh harapan besar agar pandangan masyarakat terhadap rumah sakit jiwa bisa bergeser ke arah yang lebih positif.
Ia ingin RSJ Dr. Yaunin tidak lagi dipandang sebagai tempat yang menyeramkan atau kaku, melainkan sebuah institusi yang dekat dengan masyarakat dan sarat akan nilai edukasi.
"Target kedepannya, semoga konten-konten kita bisa menjadi top of mind di tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan informasi terkait kesehatan jiwa," harap Eko. (*)