Mamuju (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang terjadi di wilayah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Selasa sekitar pukul 11.27 WITA.

"Kami meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu setelah gempa utama," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah di Mamuju, Selasa.

BPBD Sulbar mengingatkan warga agar terlebih dahulu memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah maupun gedung.

"Bangunan yang mengalami keretakan, kerusakan atau berpotensi membahayakan keselamatan sebaiknya dihindari hingga dipastikan aman," ujar Yasir Fattah.

Melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), BPBD Sulbar meminta masyarakat tidak panik serta tetap mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang terkait perkembangan situasi pasca-gempa.

Yasir Fattah mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Informasi resmi terkait aktivitas kegempaan dan penanganan darurat hanya diperoleh melalui BMKG, BPBD serta pemerintah daerah setempat.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, saling membantu dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Ikuti arahan petugas dan pantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah," katanya.

Untuk layanan informasi dan pelaporan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Pusdalops BPBD Provinsi Sulbar melalui WhatsApp di nomor 0822-2050-0117.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari upaya bersama dalam meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi maupun bencana alam lainnya.

Sementara dari pantauan, gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang melanda Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, juga turut dirasakan warga di Kabupaten Mamuju.

Warga yang merasakan getaran gempa sempat berhamburan keluar rumah akibat panik dan khawatir terjadinya dampak yang ditimbulkan getaran gempa.

"Getaran gempa cukup terasa, sehingga saya bersama keluarga langsung keluar rumah karena khawatir bangunan roboh," kata Salim, salah seorang warga Mamuju.

Kepanikan juga terjadi di beberapa rumah sakit di Kabupaten Mamuju.

Di Rumah Sakit Mitra Manakarra, para pasien dan tenaga medis berhamburan keluar, karena khawatir bangunan yang sempat roboh saat terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Mamuju pada Januari 2021 akan terdampak getaran gempa.

Begitu pula di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, para pasien dan petugas keluar untuk mencari tempat aman.

Hingga Selasa sore, tidak ada laporan adanya kerusakan bangunan dan korban di Kabupaten Mamuju akibat dampak gempa 6,7 yang terjadi di wilayah Palu.