Iran memulai kampanye mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil imbang 2-2 yang menghibur melawan Selandia Baru di Stadion SoFi, Los Angeles. Namun, perhatian tim segera beralih dari sepak bola setelah peluit akhir dibunyikan.
Selandia Baru dua kali unggul melalui Elijah Just, yang mencetak gol pada menit ke-7 dan ke-54, keduanya berkat assist dari kapten Chris Wood. Iran mampu menyamakan skor setiap kali tertinggal, dengan Ramin Rezaeian mencetak gol penyeimbang di babak pertama, sebelum Mohammad Mohebbi menanduk bola untuk menyamakan kedudukan lagi setelah jeda.
Meski kedua tim memiliki peluang di menit-menit akhir, tak ada tambahan gol yang tercipta dan laga pembuka Grup G itu berakhir dengan hasil imbang.
Namun, pelatih Iran Amir Ghalenoei menyampaikan kekecewaannya seusai pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa skuadnya diperintahkan untuk segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke markas latihan mereka di Tijuana, Meksiko.
Menurut Ghalenoei, tim awalnya berencana untuk bermalam di California guna pemulihan sebelum melakukan perjalanan keesokan harinya. Namun, mereka diberitahu setelah pertandingan bahwa mereka harus segera berangkat malam itu juga.
“Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk beristirahat. Setelah pertandingan, kami diberitahu bahwa kami harus segera pergi. Pemulihan sangat penting setelah pertandingan, tetapi kami diminta untuk naik pesawat dan kembali ke kamp di Tijuana. Kami benar-benar merasa terganggu oleh hal itu,” ujar Ghalenoei melalui penerjemah.
Pelatih asal Iran itu mengaku tidak tahu alasan perubahan jadwal perjalanan tersebut.
“Sejujurnya, kami tidak tahu mengapa kami disuruh kembali. Ini terasa sangat aneh. Sepertinya keputusan dibuat untuk kami dari tempat lain. Kami seharusnya tiba dua hari sebelum pertandingan dan bermalam setelahnya sebelum kembali keesokan harinya. Kami sama sekali tidak tahu mengapa hal itu berubah,” tambahnya.
Ghalenoei juga menyinggung bahwa timnya menghadapi banyak kesulitan selama persiapan menuju Piala Dunia.
“Saya pikir tim kami mungkin adalah yang paling tertindas di Piala Dunia,” tutup Ghalenoei.
Kapten Iran, Mehdi Taremi, menyuarakan kekhawatiran serupa dengan menyoroti bahwa beberapa anggota rombongan — termasuk pejabat dari Federasi Sepak Bola Iran, staf pendukung, dan awak media — tidak dapat melakukan perjalanan karena dilaporkan ditolak visanya.
“Kami harus meninggalkan Los Angeles sekarang juga, dan itu tidak baik bagi kami,” kata Taremi. “Saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini. Segala sesuatu terasa sangat sulit bagi kami.”
Masalah logistik Iran tampaknya belum berakhir. Pertandingan Grup G berikutnya juga dijadwalkan berlangsung di Stadion SoFi melawan Belgia pada hari Minggu, yang berarti tim harus kembali ke Amerika Serikat akhir pekan ini sebelum berlaga lagi di Los Angeles.