Tidak ingin melewatkan momen Piala Dunia
Tunisia memecat pelatih setelah pertandingan pertama Piala Dunia berakhir dengan hasil memalukan melawan Swedia
Tim nasional Tunisia secara mengejutkan memecat pelatih kepala Sabri Lamouchi hanya setelah satu pertandingan dalam kampanye Piala Dunia 2026 mereka. Keputusan ini diambil setelah kekalahan telak 5-1 dari Swedia pada laga pembuka Grup F hari Minggu lalu.
Langkah cepat Elang Kartago usai kekalahan dari Swedia
Menurut jurnalis Prancis Romain Molina, Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) tidak menunggu lama untuk mengambil tindakan tegas, langsung memutus kontrak Lamouchi segera setelah peluit akhir dibunyikan.
Tim asal Afrika Utara itu terpukul keras setelah pertandingan yang sepenuhnya dikuasai Swedia, di mana lini pertahanan Tunisia dengan mudah ditembus oleh serangan lawan. Skor 5-1 menjadi salah satu hasil paling timpang dalam sejarah Tunisia di ajang Piala Dunia, mendorong federasi untuk mengambil langkah drastis. Kekalahan itu semakin menyakitkan karena Yasin Ayari, pemain yang memiliki darah Tunisia dari pihak ayahnya, turut mencetak gol untuk Swedia dan memastikan nasib pahit bagi negara asal ayahnya.
Ketegangan ruang ganti jadi faktor pemecatan
Meskipun hasil pertandingan menjadi pemicu utama pemecatan, laporan menyebutkan adanya ketegangan signifikan di ruang ganti yang sudah terjadi sebelum laga.
Masa jabatan Lamouchi di semua kompetisi berakhir hanya setelah lima pertandingan memimpin dari pinggir lapangan. Kurangnya keharmonisan antara staf pelatih dan skuad pemain tampaknya membuat posisinya tidak dapat dipertahankan ketika tekanan di panggung dunia meningkat.
Kebaier diprediksi gantikan posisi untuk laga melawan Jepang
Menatap laga selanjutnya, Elang Kartago diperkirakan akan kembali mempercayakan posisi pelatih kepada sosok yang sudah dikenal. Mantan pelatih Mondher Kebaier menjadi kandidat utama untuk mengambil alih sementara jelang pertandingan penting melawan Jepang pada 20 Juni mendatang.
Namun, laporan lain juga menyebutkan bahwa mantan bintang Sunderland dan Tunisia, Wahbi Khazri, masuk dalam daftar kandidat yang berpotensi mengisi posisi pelatih utama.
Tunisia catat sejarah di Piala Dunia
Dengan melakukan pergantian pelatih di tengah turnamen, Tunisia mencatat sejarah yang tak diinginkan. Lamouchi menjadi pelatih pertama yang secara resmi dipecat saat Piala Dunia 2026 masih berlangsung, mencerminkan besarnya kekecewaan federasi terhadap manajer asal Prancis tersebut.
Merasa tidak ada jalan keluar di bawah kepemimpinan saat ini, federasi memutuskan bertindak sebelum pertandingan kedua fase grup. Perlu dicatat bahwa tugas Tunisia tidak akan menjadi mudah, karena setelah menghadapi Jepang, mereka akan menutup babak grup dengan laga melawan Belanda.