Bangka Selatan Dapat Kuota 6.943 Ton Pupuk Subsidi Tahun 2026, Toboali Terima Alokasi Terbesar
Asmadi Pandapotan Siregar June 16, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Pemkab Basel ) memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani pada tahun 2026. Total kuota yang disiapkan mencapai sekitar 6.943,7 ton yang terdiri dari empat jenis pupuk subsidi guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, tahun ini pemerintah menyediakan empat jenis pupuk subsidi bagi petani. Keempat jenis pupuk tersebut meliputi urea, NPK, NPK formula khusus, dan pupuk organik yang disalurkan sesuai kebutuhan petani. Penyediaan pupuk dilakukan berdasarkan data kebutuhan yang telah dihimpun melalui sistem yang berlaku.

“Untuk tahun ini secara kuota Kabupaten Bangka Selatan mendapatkan empat jenis pupuk subsidi, yakni urea, NPK, NPK formula khusus dan pupuk organik,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan data yang ada kata Risvandika, total alokasi pupuk subsidi terdiri dari 1.685.198 kilogram atau sekitar 1.685,2 ton pupuk urea dan 3.874.690 kilogram atau sekitar 3.874,7 ton pupuk NPK. Selain itu tersedia pula pupuk NPK formula khusus sebanyak 5.053 kilogram atau 5,05 ton serta pupuk organik sebesar 1.378.795 kilogram atau sekitar 1.378,8 ton. Seluruh kuota tersebut telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK.

Distribusi pupuk subsidi terbesar tahun ini berada di Kecamatan Toboali dengan total alokasi mencapai 3.097.700 kilogram atau sekitar 3.097,7 ton. Alokasi tersebut terdiri dari 931.900 kilogram pupuk urea dan 2.165.800 kilogram pupuk NPK. Besarnya alokasi menunjukkan tingginya kebutuhan pupuk di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian cukup luas tersebut.

“Pembagian ini sudah mempertimbangkan luas lahan dan jenis komoditas yang dikembangkan petani,” jelas Risvandika.

Kecamatan Pulau Besar menjadi wilayah penerima pupuk subsidi terbesar kedua dengan total alokasi mencapai 2.172.700 kilogram atau sekitar 2.172,7 ton. Rinciannya meliputi 433.300 kilogram pupuk urea, 934.000 kilogram NPK, dan 805.400 kilogram pupuk organik. Sementara Kecamatan Airgegas menerima alokasi sebanyak 724.503 kilogram atau sekitar 724,5 ton yang mencakup seluruh jenis pupuk subsidi termasuk NPK formula khusus.

Selanjutnya Kecamatan Lepar memperoleh alokasi sebesar 708.200 kilogram atau sekitar 708,2 ton yang terdiri dari pupuk urea, NPK dan organik. Kecamatan Tukak Sadai menerima 90.500 kilogram atau sekitar 90,5 ton, sedangkan Kecamatan Simpang Rimba memperoleh 85.600 kilogram atau sekitar 85,6 ton. Kedua wilayah tersebut tetap mendapatkan distribusi pupuk sesuai kebutuhan lahan pertanian yang ada.

Sementara itu Kecamatan Payung mendapatkan alokasi sebanyak 46.600 kilogram atau sekitar 46,6 ton yang terdiri dari pupuk NPK dan organik. Adapun Kecamatan Kepulauan Pongok menjadi wilayah dengan alokasi paling kecil yakni 17.933 kilogram atau sekitar 17,9 ton. Kondisi tersebut mencerminkan penyesuaian distribusi berdasarkan luas lahan pertanian dan tingkat aktivitas budidaya yang dilakukan petani.

“Alokasi pupuk diberikan sesuai kebutuhan dan potensi pertanian di masing-masing wilayah,” sebutnya.

Kendati demikian kata Risvandika, pemerintah memprioritaskan alokasi pupuk bersubsidi untuk 10 jenis komoditas pertanian strategis yang berdampak langsung terhadap inflasi dan ketahanan pangan. Tanaman pangan meliputi padi, jagung dan kedelai. Hortikultura yakni cabai, bawang merah, dan bawang putih. Perkebunan yakni tebu rakyat, kakao, dan kopi.

“Kami berharap seluruh kuota pupuk subsidi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani untuk meningkatkan produksi pertanian,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.