Cedera Padel Dominasi Kasus Operasi Olahraga, Physiorehab Ungkap Hal Ini
Wiwit Purwanto June 16, 2026 03:04 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemulihan fisik dan rehabilitasi medis mendorong jaringan klinik fisioterapi global Physiorehab memperluas layanan di Surabaya.

Cabang ke-11 di Indonesia resmi dibuka di kawasan Pakuwon Square, Surabaya Barat, dengan fasilitas modern untuk menjawab tingginya kebutuhan pasien.

Tren gaya hidup aktif yang dibarengi maraknya olahraga baru seperti padel turut memicu peningkatan kasus cedera muskuloskeletal di kalangan usia produktif.

Di tengah kondisi tersebut, layanan fisioterapi kini tidak hanya dibutuhkan pasien pascaoperasi, tetapi juga masyarakat yang mengalami gangguan aktivitas akibat nyeri otot, sendi, maupun cedera olahraga.

Jaringan klinik fisioterapi global Physiorehab meresmikan cabang barunya di kawasan Pakuwon Square, Surabaya Barat, Senin (15/6/2026). Kehadiran cabang ini menjadi unit ke-11 Physiorehab di Indonesia.

Baca juga: Gangguan Cedera dan Nyeri Sendi, Surabaya Hip & Knee Clinic Tawarkan Penanganan Profesional 

"Ekspansi ini menjadi langkah strategis Physiorehab dalam menghadirkan layanan fisioterapi modern, profesional, dan berbasis evidence-based treatment bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya," kata Simon Tri Prasetyo, Owner Physiorehab.

Menurut Simon, pembukaan cabang baru tersebut merupakan respons atas tingginya permintaan layanan rehabilitasi medis di Surabaya. Sebelumnya, Physiorehab telah lebih dahulu beroperasi di kawasan Kedungbaruk, Surabaya Timur.

"Layanan bed di Surabaya Timur sudah full capacity. Banyak pasien dari Surabaya Barat yang harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit sehingga kami membuka cabang baru di sini," jelas Simon.

Cabang baru ini memiliki kapasitas pelayanan hingga 10 pasien per jam dengan sistem reservasi atau by appointment only. Konsep tersebut diterapkan agar pasien memperoleh layanan yang lebih efektif, nyaman, dan terjadwal.

Selain ruang perawatan privat, fasilitas ini juga dilengkapi peralatan fisioterapi modern dan area gym rehabilitasi yang dirancang untuk mendukung proses pemulihan berbagai cedera muskuloskeletal.

Nyeri Pinggang dan Cedera Padel Jadi Kasus Terbanyak

Simon mengungkapkan, kasus yang paling banyak ditangani saat ini adalah nyeri pinggang atau yang dikenal masyarakat sebagai boyokan. Keluhan tersebut datang dari pasien yang menjalani operasi maupun yang menjalani terapi tanpa tindakan operasi.

Baca juga: Luncurkan Layanan Fisioterapi di 6 Puskemas, Dinkes Trenggalek Sebut Antusiasme Pasien Tinggi

"Nomor satu itu sakit pinggang, baik yang operasi maupun tidak operasi. Nomor dua masalah lutut. Kalau operasi lutut, proses pemulihannya bisa delapan sampai 12 bulan dan itu ditangani fisioterapi," ungkap Simon.

Selain kasus nyeri pinggang dan cedera lutut, tren olahraga padel ternyata menjadi penyumbang terbesar kasus cedera olahraga yang membutuhkan penanganan serius.

Menurut Simon, sekitar 50 persen kasus operasi akibat cedera olahraga yang ditangani saat ini berasal dari pemain padel. Cedera yang dialami beragam, mulai tenis elbow, golfer elbow, hingga putus ligamen pada pergelangan kaki dan lutut.

"Sejak padel naik, kasus operasi didominasi cedera dari padel. Ada yang mengalami tenis elbow, golfer elbow, sampai putus ligamen ankle dan lutut yang akhirnya harus operasi," terangnya.

Kelompok usia 20 hingga 40 tahun menjadi yang paling rentan mengalami cedera. Risiko tersebut meningkat pada individu yang sebelumnya tidak terbiasa berolahraga namun langsung bermain padel dengan intensitas tinggi.

"Kalau sebelumnya sudah bermain tenis atau badminton biasanya lebih mudah beradaptasi, tetapi yang tidak pernah olahraga lalu langsung bermain padel dua sampai tiga kali seminggu, risiko cederanya jauh lebih tinggi," bebernya.

Olahraga Tetap Penting, Adaptasi Harus Diperhatikan

Selain padel, olahraga lari juga menjadi salah satu penyumbang kasus cedera yang cukup sering ditemui. Namun sebagian besar cedera pada pelari tergolong ringan, seperti nyeri pada bagian lutut akibat kurangnya latihan penguatan otot.

Meski demikian, Simon menegaskan bahwa olahraga tetap menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan fisik masing-masing individu dan proses adaptasi saat mencoba aktivitas olahraga baru.

"Main padel boleh, olahraga itu sehat, tetapi harus tahu kapasitas tubuh dan melakukan adaptasi yang benar," tegas Simon.

Salah satu pelanggan Physiorehab, Tomy, mengaku merasakan manfaat layanan fisioterapi setelah mengalami cedera saat berlari.

"Saya pernah cidera saat lari dan saya fisioterapi di Physiorehab yang ada di Kedung Baruk dengan paket tiga kali pertemuan. Harga dan layanan cukup affordable, selamat atas pembukaan cabang barunya," pungkas Tomy yang datang bersama komunitas olahraga larinya saat peresmian cabang baru tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.