Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON — Di momen Hari Jadi Cirebon ke-599, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan pesan tegas yang menjadi sorotan dalam upacara peringatan di Alun-alun Kejaksan, Selasa (16/6/2026).
Di hadapan jajaran Forkopimda, DPRD, para sultan, tokoh masyarakat, dan ribuan peserta upacara, Edo menegaskan bahwa pembangunan Kota Cirebon tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama.
"Dalam dua tahun ini, kami belajar satu prinsip mendasar, yaitu memimpin Cirebon tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa," kata Edo.
Menurutnya, usia 599 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti panjangnya perjalanan sejarah, budaya, dan ketahanan sosial Kota Cirebon.
Karena itu, menjelang usia enam abad pada tahun depan, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Edo menilai tema Hari Jadi Cirebon ke-599, "Manunggal Winangun Caruban", menjadi simbol penting semangat kolaborasi.
Ia menjelaskan, Manunggal berarti bersatu, Winangun berarti membangun, dan Caruban merupakan identitas Cirebon sebagai kota hasil percampuran berbagai budaya.
Baca juga: Purwanto Tantang Orangtua Lapor Ombudsman, Iwan Hermawan Soroti Dua Layanan Buruk Disdik Jabar
"Dalam tata kelola pemerintahan hari ini, Manunggal Winangun Caruban bermakna kolaborasi mutlak," ujarnya.
Ia menekankan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Birokrasi, DPRD, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga masyarakat di tingkat lingkungan harus menjadi satu kekuatan yang bergerak serentak.
"Tidak boleh ada ego sektoral. Ketika kita berbicara tentang kemajuan Kota Cirebon, kita berbicara tentang gerak serentak," tegasnya.
Meski sepanjang 2026 Pemkot Cirebon meraih sejumlah penghargaan, seperti pengendalian inflasi terbaik tingkat Jawa-Bali, opini WTP ke-10 berturut-turut, hingga penghargaan UHC Awards 2026, Edo mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak terlena.
Menurutnya, tantangan ke depan justru semakin besar, mulai dari tata ruang, penciptaan lapangan kerja, pemerataan fasilitas publik, hingga kualitas lingkungan hidup.
"Prestasi 2026 adalah standar minimum untuk tahun-tahun berikutnya," katanya.
Menutup pidatonya, Edo mengajak seluruh masyarakat menyambut usia enam abad Kota Cirebon dengan optimisme dan semangat kebersamaan.
"Mari kita melangkah menuju enam abad Cirebon dengan kepala tegak dan optimisme," ujar Edo. (*)