Asyiknya Belajar di Peternakan saat Libur Sekolah, Wisata Edukasi Kambing Etawa Jombang Wisatawan
Januar June 16, 2026 03:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Masa libur sekolah dimanfaatkan sejumlah pelajar untuk mengikuti kegiatan edukatif di luar ruang kelas.

Satu di antaranya melalui wisata peternakan kambing etawa yang digelar di Mapan Farm, Dusun Sembung, Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Dalam program tersebut, anak-anak diajak mengenal dunia peternakan secara langsung. Mereka berkesempatan berinteraksi dengan kambing etawa, mulai dari memberi pakan, mengenali jenis ternak, hingga mencoba proses pemerahan susu.

Suasana peternakan tampak ramai oleh kunjungan rombongan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran lapangan. 

Baca juga: Serunya Main ke Eduwisata Kampung Gerabah di Pagelaran Malang, Tetap Eksis Meski Zaman Berubah

Rasa penasaran dan antusiasme peserta terlihat saat mereka menyaksikan berbagai aktivitas pemeliharaan kambing yang selama ini hanya diketahui melalui buku atau media pembelajaran.

Pemilik Mapan Farm, Munir Alfanani, menjelaskan bahwa wisata edukasi tersebut dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang menggabungkan unsur rekreasi dan pengetahuan, khususnya bagi anak-anak selama masa liburan.

Menurutnya, peserta tidak hanya diperkenalkan pada cara beternak kambing etawa, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pola pemberian pakan, perawatan ternak, hingga proses menghasilkan susu yang layak konsumsi.

"Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana kambing dipelihara dan bagaimana proses susu dihasilkan. Jadi mereka mendapat pengalaman belajar yang lebih nyata," ucapnya kepada Tribunjatim.com, Selasa (16/6/2026).

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan manfaat susu kambing etawa kepada masyarakat. Selama ini, produk susu kambing dinilai masih belum banyak dikenal oleh sebagian kalangan.

Program wisata edukasi itu mulai menarik perhatian berbagai lembaga pendidikan. Tidak hanya sekolah di wilayah Kecamatan Plandaan, sejumlah sekolah dasar dan madrasah dari kawasan utara Sungai Brantas juga tercatat telah mengadakan kunjungan belajar ke peternakan tersebut.

Munir menambahkan, pihaknya tidak mengenakan biaya masuk bagi peserta wisata edukasi. Pengunjung hanya diharapkan mendukung usaha peternakan lokal dengan membeli produk susu kambing yang tersedia di lokasi.

Untuk kunjungan kelompok, Mapan Farm melayani rombongan dengan jumlah minimal 50 peserta dan mampu menampung hingga sekitar 200 anak dalam satu kegiatan. 

"Selama musim liburan sekolah, layanan edukasi dibuka setiap hari, sedangkan pada hari biasa dijadwalkan pada akhir pekan," ujarnya melanjutkan. 

Salah seorang peserta, Risma Ramadani, mengaku senang dapat memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

"Bisa belajar memerah susu dan memberi makan kambing secara langsung. Seru karena belum pernah mencoba sebelumnya," tuturnya.

Keberadaan wisata edukasi peternakan ini menjadi alternatif kegiatan liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menambah wawasan anak-anak mengenai dunia pertanian dan peternakan. 

Melalui pengalaman langsung di lapangan, peserta diajak lebih dekat dengan lingkungan serta memahami proses produksi pangan dari sumbernya.

"Kami ingin para pelajar belajar bagaimana beternak, merawat kambing. Mulai dari produksinya sampai sumber pangannya," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.