Pria Berambut Keriting Ngamuk Bawa Pisau di Mantos Diduga ODGJ, Ditanya Polisi Jawabannya Ngelantur
Rizali Posumah June 16, 2026 04:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO — Pascakejadian menegangkan di Manado Town Square (Mantos) pada Senin (15/6/2026) sore, aparat kepolisian kini tengah fokus menelusuri latar belakang pelaku.

Pria berinisial MS (32) yang sempat mengamuk membawa dua bilah senjata tajam tersebut, kini diduga kuat merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Elwin Kristanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang berupaya mengidentifikasi dan menghubungi kerabat pelaku.

"Kita masih cari keluarganya," kata Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, Selasa (16/6/2026) di kantor Polresta Manado.
Menurut AKP Elwin, keberadaan pihak keluarga sangat penting untuk menentukan langkah penanganan medis selanjutnya terhadap pelaku.

"Mungkin bisa dijemput," katanya.

Dugaan bahwa MS mengalami gangguan jiwa diperkuat oleh pernyataan Kapolresta Manado, Kombes Pol. Irham Halid.

Saat diinterogasi oleh petugas setelah diamankan, MS menunjukkan gelagat yang tidak wajar dan kesulitan berkomunikasi secara normal.

"Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan berbicara tidak terarah dan diduga mengalami gangguan kejiwaan," kata Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tidak berhenti begitu saja. Penegakan hukum yang humanis tetap menjadi prioritas utama.

"Terus kami dalami," katanya.

Untuk penanganan lebih lanjut, Polresta Manado telah berkoordinasi dengan Sat Pol PP dan Dinas Sosial Kota Manado. MS rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Ratumbuysang Kalasey guna menjalani pemeriksaan kejiwaan secara medis.

Secara fisik, saat diamankan MS tampak duduk di lantai dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana jeans pendek hitam.

Kulitnya agak gelap dengan rambut keriting, serta pandangan mata yang kosong mengambang. Ketika diinterogasi aparat, jawabannya terus ngelantur.

Peristiwa yang sempat memicu kepanikan luar biasa ini terjadi pada Senin sekitar pukul 17.45 Wita.

MS terlihat berlari tanpa baju di area Mantos sambil menggenggam dua bilah pisau dapur di tangan kanan dan kirinya.

Aksi berbahaya ini pertama kali diendus oleh personel Patroli Rayon Polda Sulut yang langsung melakukan pengejaran.

Tak lama berselang, Tim URC Resmob Polresta Manado bersama Tim URC Resmob Polda Sulut tiba di lokasi untuk membackup situasi.

Petugas sempat mengedepankan tindakan persuasif dengan mencoba bernegosiasi.

Namun, MS mengabaikan imbauan tersebut dan terus mengacungkan pisaunya ke arah pengunjung.

Berkat respons taktis dan cepat dari tim gabungan, pelaku berhasil dilumpuhkan tanpa ada korban jiwa.

Dua bilah pisau dapur milik pelaku langsung disita sebagai barang bukti.

Pasca-insiden mencekam tersebut, suasana di pusat perbelanjaan terbesar di Manado itu terpantau langsung pulih.

Toko pakaian, restoran, dan gerai makanan yang sempat menutup operasionalnya saat kejadian, kini sudah kembali dibuka dan ramai diserbu pengunjung.

Apresiasi terhadap kesigapan aparat keamanan pun datang dari tokoh masyarakat setempat.

Pendeta Ronny, salah satu pengunjung Mantos, mengaku bersyukur atas situasi yang cepat terkendali.

"Puji Tuhan, kondisi sudah aman dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Kita patut mengapresiasi aparat keamanan yang bergerak cepat sehingga situasi dapat segera dikendalikan," ujar Pendeta Ronny saat ditemui di Mantos.

Ia juga mengingatkan warga agar tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial terkait insiden ini.

"Mari kita tetap menjaga suasana yang damai, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang," katanya.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.