Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita ternyata tidak hanya terjadi di Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Purnawan Raharjo, mengatakan hampir seluruh pasar tradisional di Boyolali saat ini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan MinyaKita.
Dampaknya, harga minyak goreng bersubsidi tersebut melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Ini hampir semua pasar ada kenaikan harga di atas HET, bahkan ada yang sampai Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu," kata Purnawan, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, tingginya harga MinyaKita dipicu oleh besarnya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan barang di pasaran.
"Memang permintaannya cukup tinggi," ujarnya.
Purnawan menduga terdapat kendala dalam distribusi sehingga pasokan MinyaKita ke pasar-pasar tradisional menjadi terbatas.
"Mungkin suplainya ada hambatan," imbuhnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdagperin Boyolali telah berkoordinasi dengan Bulog agar pasokan MinyaKita dapat kembali mengalir ke pasar-pasar tradisional.
"Tapi ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Bulog. Dari Bulog mungkin besok akan dropping ke pasar-pasar," katanya.
Ia berharap tambahan pasokan dari Bulog dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan harga yang saat ini terus merangkak naik.
"Harapannya suplai dari Bulog bisa ke pasar-pasar," lanjutnya.
Baca juga: MinyaKita Langka, Pedagang di Boyolali Jawa Tengah Beralih Jual Minyak Premium : Selisih Tak Jauh
Meski demikian, Purnawan mengakui tidak semua pedagang dapat memperoleh pasokan MinyaKita dari Bulog maupun distributor yang menjadi mitra Bulog.
Pasalnya, distribusi MinyaKita saat ini diprioritaskan kepada pedagang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Karena itu, pihaknya mendorong para pedagang pasar untuk segera mengurus NIB agar lebih mudah mendapatkan akses pasokan minyak goreng bersubsidi tersebut.
Disdagperin Boyolali bahkan telah memfasilitasi proses pembuatan NIB bagi para pedagang di sejumlah pasar tradisional.
"Sudah ada pedagang di beberapa pasar di Boyolali yang kami fasilitasi untuk membuat NIB," tandasnya. (*)