Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - “Belajar tak mengenal usia”, itulah kalimat yang tepat disandingkan untuk para lanjut usia (lansia) di Kota Depok, Jawa Barat.
Di usia yang tak lagi muda, 1.251 lansia dari 11 kecamatan se-Kota Depok mengikuti acara wisuda Sekolah Lansia IRL Sayang EmaBaba Tahun 2026.
Layaknya wisuda para sarjana, mereka tampil memukau mengenakan toga di kepala dan selempang bertuliskan namanya masing-masing.
Baca juga: FKUI Beri Tips Agar Lansia Tidak Cepat Pikun, Olahraga dan Tanaman Obat Ini Jadi Rahasianya
Bahkan, wisudah yang digelar di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Selasa (16/06/26) itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok Supian Suri.
Menurut Supian, semangat yang ditunjukkan para lansia dalam mengikuti proses pembelajaran dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita melayani warga. Salah satunya melalui Sekolah Lansia IRL. Kita ingin semangat yang mereka tunjukkan kepada kita dan generasi berikutnya menjadi semangat yang terus terpelihara,” kata Supian.
Supian juga mengapresiasi para lansia yang penuh semangat mengikuti pembelajaran selama masa sekolah di Sekolah Lansia IRL Sayang EmaBaba.
Seluruh peserta yang diwisuda dinilai memiliki komitmen untuk terus mengembangkan diri serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Berdasarkan survei internal, keberadaan Sekolah Lansia IRL Sayang EmaBaba dinilai dapat memberikan kebahagiaan bagi para lansia.
“Kita sudah melakukan survei. Alhamdulillah, indikator kebahagiaan sangat meningkat dengan adanya kegiatan ini, khususnya bagi mereka yang bersekolah,” ujarnya.
Selain itu, tingkat stres dan depresi peserta sekolah lansia juga tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional pada kelompok usia yang sama.
Berdasarkan hasil survei, angka tingkat depresi lansia peserta berada pada nilai 14, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai nilai 24.
Indikator positif lainnya adalah meningkatnya rasa percaya diri para lansia. Melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan interaksi sosial, para peserta dinilai menjadi lebih percaya diri serta memiliki semangat hidup yang lebih baik.
“Para lansia yang mengikuti kegiatan sekolah ini jauh lebih percaya diri, jauh lebih punya semangat. Ini menjadi semangat yang terpelihara buat generasi-generasi berikutnya, anak cucunya, dan kita semua tentunya,” pungkasnya. (m38)