TRIBUNLOMBOK.COM - Mataf, pelataran tawaf di sekeliling Ka'bah, Makkah berubah suasana selepas Ashar pada, Senin (15/6/2026).
Puluhan pembatas besi dengan tulisan CEREMONY TO REPLACE THE KISWAH OF THE NOBLE KA'BAH dipasang mengelilingi Baitullah.
Sebuah lift berdiri di salah satu sudut Ka'bah, mengantar teknisi ke bagian atap yang tidak sembarang tangan bisa menyentuhnya.
Malam 1 Muharram 1448 H telah tiba sebagai penanda dimulainya prosesi paling sakral dalam perawatan rumah Allah.
Baca juga: 79.438 Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air, 39.803 Orang Masih di Madinah
Selepas shalat Isya, sebuah truk yang membawa gulungan kiswah baru memasuki kawasan Masjidil Haram.
Pengawalannya ketat dikelilingi barisan askar, petugas keamanan khusus Masjidil Haram dari luar gerbang.
Para askar kemudian membentuk barikade di area mataf untuk mensterilkan lokasi dari jemaah yang sedang tawaf.
tawaf tetap berlangsung di tengah prosesi.
Ribuan jemaah yang hadir mendapat kesempatan yang tidak datang setiap saat yakni menyaksikan detik-detik kain penutup Ka'bah yang telah bertahan setahun mulai dilepas.
Prosesi berlangsung lebih dari enam jam.
Kiswah lama yang telah memeluk dinding Ka'bah selama satu tahun penuh, disentuh jutaan tangan jemaah yang mendekat saat tawaf, dilepas perlahan.
Kemudian kiswah baru dibentangkan dan dipasang dengan presisi yang sangat ketat.
Setiap lembaran harus menutup setiap sisi Ka'bah secara sempurna, menyatu rapi, membentuk tampilan yang harmonis sebagaimana yang sudah dikenal umat Islam di seluruh dunia.
Tribunnews.com melaporkan pada pukul 03.00 waktu Arab Saudi, Selasa (16/6/2026), prosesi masih berlangsung dan baru memasuki tahap akhir.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Makkah, Erti Herlina, menjelaskan bahwa di balik prosesi teknis yang panjang itu tersimpan lapisan makna spiritual yang dalam.
"Secara spiritual bisa membangkitkan semangat bagi para umat Islam, di mana 1 Muharram itu menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriyah," kata Erti kepada tim Media Center Haji, Senin (15/6/2026).
Ada pula alasan bahwa kiswah Ka'bah adalah kain yang dalam satu tahun disentuh oleh jutaan tangan manusia dari seluruh penjuru bumi.
"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu, dan dalam satu tahun sudah berapa juta yang memegang. Sehingga ini diperlukan pembaharuan, diganti untuk tetap menjaga keindahan dari Baitullah," ujarnya.
Penggantian kiswah pada 1 Muharram adalah tradisi yang relatif baru.
Selama berabad-abad atau setidaknya dalam ingatan generasi modern kiswah Ka'bah diganti setiap 9 Zulhijah, tepat pada malam Arafah saat puncak ibadah haji.
Erti mengaku pernah menyaksikan prosesi itu di tahun 2018.
Perubahan ini baru ditetapkan pada 2022 atau 1444 H, atas keputusan Raja Salman yang memindahkan waktu penggantian dari 9 Zulhijah ke 1 Muharram.
Keputusan yang menggeser salah satu tradisi paling ikonik dalam kalender perawatan Ka'bah dari momen puncak haji ke momen awal tahun baru Islam.
(*)