Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kabupaten Lombok Tengah sukses mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan utama dalam syiar Al-Qur’an dengan menyabet gelar Juara Umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.
Prestasi gemilang ini diraih setelah kafilah Lombok Tengah mendominasi berbagai cabang lomba dengan total raihan 13 medali emas, 9 medali perak, dan 9 medali perunggu.
Keberhasilan ini disambut penuh rasa syukur oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri.
Dia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan tanggung jawab besar untuk masa depan.
“Pujian dan apresiasi itu adalah kehormatan sekaligus amanah. Kehormatan karena kerja bersama seluruh panitia dan masyarakat mendapat pengakuan; dan amanah karena kualitas yang telah dicapai harus terus dijaga, ditingkatkan, serta diwariskan kepada penyelenggara MTQ berikutnya,” ucap Bupati Pathul Bahri dalam sambutannya pada malam Penutupan MTQ, Senin (15/6/2026).
Kemenangan Lombok Tengah tersebar di berbagai kategori. Beberapa nama yang berhasil menyumbangkan medali emas antara lain M. Zaki Irsyad Batuta (Tilawah Anak-anak), Maesarah (Tilawah Dewasa), Alhamudin dan Nindi Solehah (Tilawah Cacat Netra), serta tim Syarhil Qur’an yang dipimpin oleh Febrian Arsi Paturrizki.
Tak hanya di bidang tilawah, emas juga diraih dalam kategori hafalan melalui Muhamad Haikal Afad dan Salwa Salsabila (30 Juz), hingga cabang kontemporer seperti M. Fikrian Haikal (Kaligrafi Digital).
Bupati Pathul Bahri juga menyampaikan dukungannya terhadap visi Gubernur NTB untuk menjadikan daerah ini sebagai Serambi Al-Qur’an.
Menurutnya, predikat tersebut harus tercermin dalam perilaku nyata masyarakat.
“Serambi Al-Qur’an bukan hanya sebutan yang indah. Ia harus tampak dalam perilaku masyarakatnya: dalam kejujuran, keadilan, kasih sayang, toleransi, semangat menolong, serta penghormatan kepada sesama manusia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyambut baik harapan agar NTB dapat menjadi tuan rumah MTQ Internasional di masa depan, mengingat akar keislaman dan sumber daya qari-qariah yang mumpuni di daerah tersebut.
Hal unik yang ditekankan oleh Bupati Pathul adalah peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk dukungan dari pemeluk agama lain yang ikut menjaga keamanan dan suasana damai selama acara berlangsung.
Mengutip perkataan Imam Ali, ia mengingatkan, “mereka yang bukan saudaramu dalam seiman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” katanya.
Menutup pesannya, ia mengingatkan bahwa esensi MTQ tidak hanya dilihat dari megahnya panggung atau banyaknya piala.
“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika nilai-nilai Al-Qur’an tumbuh dalam kehidupan kita, ketika para pemimpin semakin amanah, generasi muda semakin berakhlak, dan masyarakat semakin rukun dalam keberagaman,” pungkasnya.
Baca juga: Sukses Gelar MTQ XXXI, Pemprov NTB Bidik Tuan Rumah Tingkat Nasional