TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Penyerang Ricky Pratama dipastikan tak memperkuat PSM Makassar musim 2026/2027.
Kerjasama antara PSM Makassar dan Ricky Pratama berakhir setelah delapan tahun.
Ricky Pratama menjadi pemain kedua dilepas PSM Makassar di jendela transfer kali ini.
Pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) ini menyusul Syahrul Lasinari yang telah lebih dulu meninggalkan PSM Makassar.
Tim Juku Eja mengumumkan kepergian Ricky Pratama melalui Instagram resmi klub @psm_makassar, Selasa (16/6/2026).
PSM Makassar mengunggah foto Ricky Pratama berseragam nomor punggung 15 disertai keterangan.
“Pemain asal Sidoarjo yang lahir dari Akademi PSM, Ricky Pratama juga mengakhiri masa baktinya untuk Panji Pinisi. Terima kasih, Ricky! Sukses untuk perjalanan karier selanjutnya,” demikian ditulis PSM Makassar.
Baca juga: Syahrul Lasinari Pemain Pertama Resmi Dilepas PSM Makassar, Catatkan 57 Laga Bersama Juku Eja
Ricky merupakan salah satu produk Akademi PSM Makassar yang berhasil menembus tim senior di musim 2022/2023.
Kala itu usianya baru menginjak 19 tahun.
Namanya masuk skuad senior Laskar Ayam Jantan dari Timur tak lepas dari performa gemilang di PSM U-18 pada ajang Elite Pro Academy (EPA) U-18 Liga 1 2021/2022.
Ricky Pratama mengemas 26 gol dan membuatnya menyabet gelar top skorer EPA U-18.
Di tahun perdana bersama PSM Makassar, Ricky Pratama merasakan gelar juara Liga 1 2022/2023.
Total empat musim berseragam kapal pinisi di dada, ia tampil 95 kali di kompetisi, menyumbang satu gol dan sembilan assist.
Ia juga pernah masuk radar Tim Nasional (Timnas) Indonesia kelompok umur.
Musim 2026/2027 menjadi perjalanan baru bagi penyerang berusia 23 tahun ini.
Kabarnya Ricky Pratama akan berlabuh ke Persebaya Surabaya untuk bereuni dengan mantan Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares.
Ricky Pratama turut membagikan ucapan perpisahan dengan PSM Makassar di Instagram pribadinya @rickypratama015.
Ia memposting lima foto selama perkuat klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini disertai keterangan.
Ricky Pratama menyampaikan, setelah perjalanan delapan tahun akhirnya harus pamit dari PSM Makassar.
Baginya, membela klub yang berdiri 2 November 1915 ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri.
“Setelah 8 tahun perjalanan, saatnya saya mengucapkan terima kasih dan pamit. Dari akademi hingga mendapat kehormatan bermain untuk tim senior, klub ini telah menjadi bagian besar dalam hidup dan perjalanan karier saya” demikian ditulis Ricky Pratama.
Eks Timnas U-20 Indonesia ini tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang dalam tim yang telah mendukungnya selama ini.
“Terima kasih untuk seluruh pelatih, staff, rekan setim, dan suporter yang selalu memberikan dukungan, kepercayaan, dan pelajaran berharga selama saya berada di sini,” ucapnya.
Ricky Pratama juga meminta maaf atas kesalahan dibuat, sehingga merugikan klub.
Pemain berpostur 173 sentimeter ini memang sempat terseret kasus hukum di awal putaran kedua musim lalu.
Ia pun bertanggungjawab penuh atas perbuatannya dilakukan
Baginya, tindakan tersebut menjadi pelajaran berharga untuk lebih baik ke depannya.
“Saya juga ingin meminta maaf atas segala kesalahan dan situasi yang sempat membuat nama klub kurang baik musim ini. Saya bertanggung jawab atas hal tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi dan pemain yang lebih baik ke depannya,” tuturnya.
Ricky Pratama menutup ucapan perpisahannya dengan menyampaikan sebuah kebanggan menjadi bagian dari PSM Makassar.
Doa terbaik dikirimkan kepada PSM Makassar.
“Merupakan sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian dari sejarah dan keluarga besar PSM Makassar. Sampai bertemu lagi, dan sukses selalu untuk klub ini,” pungkasnya. (*)