Akademisi ULM Nilai Lahan Pertanian di Suato Tatakan Kabupaten Tapin Masih Bisa Ditingkatkan
Ratino Taufik June 16, 2026 03:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong pengembangan program pertanian berkelanjutan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan sesuai menghadiri kegiatan rapat koordinasi bersama petani Desa Suato Tatakan di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Senin (15/6/2026). 

Rapat koordinasi turut menghadirkan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk memaparkan hasil pembacaan data uji sampel tanah lahan pertanian di Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan yang berada di sekitar jalan khusus tambang dan stockpile batubara.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Raden Chandra Nugraha Soepena, mengatakan pihaknya telah menyampaikan sejumlah masukan terkait pengelolaan lingkungan kepada pihak terkait, termasuk batas waktu pelaksanaan kewajiban yang perlu dipenuhi.

Menurut Chandra, salah satu poin yang dinilai memiliki prospek positif ialah rencana pengembangan demplot pertanian yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam program pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tapin.

Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi contoh pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tapin melalui pemanfaatan inovasi dan dukungan berbagai pihak.

“Rencana demplot itu bagus dan diharapkan bisa masuk ke dalam program pemerintah. Ini menjadi salah satu peluang untuk mendukung pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tapin,” katanya.

Baca juga: Kerap Terendam, Akses Jalan Keramat ke Tungkaran Banjar Direnovasi, Warga Sambut Gembira

Selain memberi nilai tambah dari sisi ekonomi masyarakat, lanjut Chandra, pengembangan program tersebut juga diharapkan mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Meski demikian, ia mengakui realisasi program tersebut masih memerlukan proses lanjutan dan pembahasan bersama para pemangku kepentingan.

“Kami akan mencoba mendiskusikan rencana ini dengan DPRD Kabupaten Tapin, Bupati, Wakil Bupati, serta Sekretaris Daerah. Karena menurut kami ini merupakan rencana yang baik dan layak untuk diperjuangkan,” ungkapnya.

Dalam proses pembahasan tersebut, DLH juga menghadirkan akademisi dari ULM untuk memberikan penjelasan berdasarkan hasil kajian yang tersedia.

Akademisi Fakultas Pertanian ULM, Bambang JP, menyampaikan hasil pembacaan terhadap data uji sampel tanah yang menurutnya berasal dari lembaga yang memiliki kompetensi dan akreditasi.

Menurut Bambang, hasil pembacaan data menunjukkan kondisi tanah secara umum masih berada pada kategori normal dan masih memungkinkan dilakukan peningkatan kualitas lahan.

“Setelah membaca data itu, saya melihat hasilnya secara umum masih normal. Bahkan dari sisi pH disebut lebih baik dibanding penelitian terdahulu yang pernah dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang menegaskan data yang dibahas dalam forum tersebut masih berfokus pada kondisi tanah dan belum mencakup kajian terhadap tanaman maupun hasil produksi pertanian.

Karena itu, menurut dia, apabila ingin memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh maka diperlukan data tambahan terkait kondisi tanaman, produksi pertanian, hingga data pembanding sebelum dan sesudah adanya aktivitas di kawasan tersebut.

“Kalau ingin lebih komprehensif memang perlu data tanaman dan produksi. Data pembanding sebelum dan sesudah juga penting untuk melihat perubahan,” katanya.

Ia juga menyampaikan berdasarkan pengamatan lapangan yang pernah dilakukan, secara topografi arah aliran air di lokasi cenderung menuju saluran sehingga menjadi salah satu faktor yang ikut dipertimbangkan dalam membaca hasil pengujian.

Bambang menambahkan apabila kualitas lahan dinilai belum optimal, maka masih terbuka upaya perbaikan melalui pengelolaan unsur hara dan peningkatan kualitas lahan sebagaimana praktik umum pada lahan pertanian.

“Hasil penelitian itu kami hadirkan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi lahan dan potensi pengembangannya ke depan,” tutup Chandra. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.