TRIBUNJAMBI.COM - Simak penjelasan ending film Esok Tanpa Ibu yang sudah tayang di Netflix.
Film ini diperankan Ali Fikry, Ringgo Agus Rahman, Dian Sastrowardoyo, Aisha Nurra Datau dan Bima Sena.
Esok Tanpa Ibu mengisahkan tentang Rama, remaja lelaki yang sedang mengalami masa puber.
Baca juga: Penjelasan Ending Office Romance, Kehidupan Romansa Perkantoran
Emosinya bergejolak dan sering memberontak.
Ia hidup di masa teknologi sudah mendominasi separuh kehidupan.
Ayah ibunya, Hendy dan Laras, lumayan kesulitan menghadapi emosi Rama.
Tapi Rama lumayan mau mendengarkan ibunya.
Suatu hari, Laras jatuh koma hingga akhirnya meninggal dunia.
Kepergian Laras membuat Rama terguncang.
Ia mencari pelarian dengan AI ciptaan temannya, Zyla yaitu i-Bu.
Laras kini hadir dalam wujud aplikasi yang membantunya menjalani hari.
Tapi ia menyembunyikan hal ini dari ayahnya karena Hendy menentang.
Perlahan Hendy pun ikut menikmati kehadiran Laras dalam wujud aplikasi.
Beruntung Hendy cepat tersadar, bahwa itu tidak akan menyembuhkan dukanya.
Tapi Rama kian terlarut dalam AI yang berwujud ibunya.
Hendy tentu berusaha menyembuhkan duka Rama.
Tapi tentu saja hubungan ayah dan anak agak terlalu sulit.
Suatu hari, Rama ingin pergi ke hutan, tempat di mana Laras ingin menunjukkan sesuatu sebelum meninggal.
Ia kabur bersama Robert dan terus bertanya pada i-Bu soal apa yang ingin Laras tunjukkan.
Tapi aplikasi itu selalu memberi jawaban lain yang tidak dibutuhkan Rama.
Akhirnya Rama pun pergi sendiri ke bukit, yang ternyata disusul Hendy.
Hendy pun menemani Rama di puncak bukit.
Rupanya Laras ingin menunjukkan pemandangan yang indah dari puncak bukit itu.
Ibunya ingin Rama merasakan hal yang nyata, bukan hanya di sosial media.
Rama pun dibantu Hendy untuk bisa lebih menjalani hari tanpa ibunya.