Foto Hoaks Gedung DPRD dan Tugu SMART Roboh Beredar Darwis Minta Warga Sulbar Saring Sebelum Sharing
Ilham Mulyawan June 16, 2026 05:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - "Kami meminta kepada seluruh warga, khususnya di Mamuju dan sekitarnya, untuk sangat bijak dalam menggunakan media sosial pasca-bencana seperti ini. Jangan langsung percaya pada foto-foto kerusakan yang dramatis sebelum ada rilis resmi dari pemerintah daerah, BPBD, atau aparat kepolisian," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Darwis Damir saat dimintai keterangan, Selasa (16/6/2026).

Darwis Damir menanggapi beredarnya foto hasil rekayasan Artificial intelligent atau AI, memperlihatkan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Barat mengalami kerusakan struktural yang sangat masif. 

Baca juga: Izin Umrah dan Haji Diperketat Kemenhaj Travel Wajib Miliki Bank Garansi

Baca juga: Hingga Pukul 13.26 WIB, BMKG Catat 67 Gempa Susulan Usai Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu

Kemudian foto kedua Tugu Smart Pasangkayu, ikon berbentuk bola dunia dan tiang melengkung yang legendaris tampak roboh total ke sisi kanan jalan hingga memicu kepulan debu tebal. 

Padahal foto-foto itu adalah hoaks, alias kebohongan yang dibuat orang tidak bertanggungjawab.

Foto-foto itu beredar setelah terjadi gempa 6,7 magnitudo yang menghantam Kota Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Guncangannya terasa hingga ke Sulawesi Barat.

Gambar rekayasa AI yang dibagikan secara masif itu membangkitkan rasa trauma warga Sulbar, yang juga pernah merasakan efek gempa besar 2021 lalu.

Bijak Bermedia Sosial

Darwis meminta warga Mamuju dan wilayah Sulawesi Barat lainnya untuk lebih bijak, menyaring informasi sebelum membagikannya (saring sebelum sharing), serta tidak menjadi agen penyebar kecemasan.

Ia menambahkan, di era kemajuan teknologi saat ini, pembuatan konten visual palsu berbasis AI sangat mudah dilakukan dan terlihat kian nyata. 

"Maka dari itu, saya minta warga konfirmasi berlapis kepada media-media arus utama dan akun resmi instansi terkait, menjadi kunci agar masyarakat tidak terombang-ambing kepanikan yang sengaja diciptakan," pintanya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.