TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sosok Lom Lom Suwondo Wakil Bupati Deliserdang yang diduga diteror orang tak dikenal (OTK).
Adapun sosok Wabup Deliserdang Lom Lom Suwondo tengah menjadi sorotan.
Lom Lom Suwondo diduga diduga mendapat teror dan intimidasi dari orang tidak dikenal (OTK).
Hal ini bermula saat rumah dinasnya yang berada di Kompleks Perkantoran Bupati Deliserdang diduga ditembak.
Kaca jendela kamarnya bolong diduga terkena proyektil peluru.
Lantas, siapa sosok Lom Lom Suwondo?
Lom Lom Suwondo merupakan Wakil Bupati Deli Serdang masa jabatan 2025-2030.
Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara.
Pada Pilbup Deli Serdang 2024, ia mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Deli Serdang masa jabatan 2025–2030 mendampingi Asri Ludin Tambunan.
Pasangan calon ini berhasil unggul dengan meraih 229.242 suara, atau 51,2 persen dari total suara sah.
Baca juga: Ribuan Masyarakat Belawan Ramaikan Pawai Obor dan Tabligh Akbar Sambut 1 Muharram 1448 H
Terkini mengenai dugaan teror yang dialaminya sudah dilaporkan Lom Lom kepada pihak kepolisian dan masih dilakukan penyelidikan.
Informasi yang dihimpun, Tim Inafis Polresta Deliserdang pun sudah turun ke lokasi melakukan olah TKP, Senin (15/6/2026) malam.
Saat diwawancarai awak media, Lom Lom mengaku tau kejadian ini Minggu (14/6/2026) malam sekira pukul 22.00 WIB.
Saat itu ia baru saja pulang dari kunjungan kerja di Kecamatan STM Hulu.
Begitu masak kamar, ia melihat ada pecahan kaca.
"Praduga ditembak dari luar.
Saya ketahui kurang lebih jam 10 malam, masuk ke kamar saya mendapati pecahan kaca di lantai tidak jauh dari jendela dan ada dua pecahan kaca yang besar, saya taruh di sudut," ujar Lom Lom.
Lom Lom mengatakan saat itu ia sempat mencari-cari proyektil.
Namun sejauh ini belum ia temukan.
Dijelaskan, lokasinya itu persis bersebelahan dengan tempat tidurnya.
Baca juga: Hadiri Pembukaan MTQ Provinsi, Gubernur Ajak Implementasikan Nilai Alquran dalam Pembangunan
"Kebetulan jendela itu bersebelahan dengan tempat tidur saya. Begitu kejadian saya memberi tahu istri yang sedang melaksanakan ibadah haji dan Kepala Bagian Rumah Tangga Rumah Dinas," kata Lom Lom.
Lom Lom yakin tidak mungkin ada dugaan peluru nyasar dikarenakan posisi rumah dinas itu dikelilingi tembok yang tingginya 2,5 meter.
"Kalau menurut saya ini peluru nyasar tidak mungkin karena tembok melingkari rumah dinas cukup tinggi kurang lebih dua meter setengah. Kumungkinan besar ada motifnya intimidasi, mengganggu pejabat negara," bilangnya.
Lom Lom pun berharap kepada pihak Polresta Deliserdang untuk dapat mengungkap kejadian ini. Dan semua keterangan sudah ia sampaikan kepada polisi.
"Harapan saya ini perlu kita dalami dan kita cari agar perlakuan intimidasi ini jangan berlarut-larut," harapnya.
Pantauan Tribun Medan, Rumah Dinas Wakil Bupati ini dikelilingi pagar keliling dan 24 jam dijaga personel Satpol PP.
Kamar yang diduga terkena peluru ini adalah kamar utama yang posisinya di bagian samping dan berhadapan dengan Pengadilan Agama Lubuk Pakam.
Sejauh ini juga belum ada laporan dari personel Satpol PP Deli Serdang yang mendengar adanya penembakan.
Sampai sejauh ini polisi belum bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
*/tribun-medan.com