Langit Putussibau Gelap! BPBD Kapuas Hulu Keluarkan Peringatan Banjir dan Longsor
Syahroni June 16, 2026 05:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PUTUSSIBAU – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Kapuas Hulu sejak Senin malam hingga Selasa, 15-16 Juni 2026, membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor.

Kondisi cuaca yang masih didominasi awan gelap serta curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Putussibau tergenang air.

Baca juga: Parah! 30 Tahun Aman dari Banjir, Rumah-rumah di Gang Margodadirejo Pontianak Kini Terendam

Buruknya sistem drainase di beberapa titik juga membuat air hujan sulit mengalir dengan lancar sehingga genangan terjadi lebih lama.

Pantauan di lapangan pada Selasa siang sekitar pukul 14.44 WIB menunjukkan langit Putussibau masih diselimuti awan hitam pekat.

Sinar matahari nyaris tidak terlihat, sementara hujan turun silih berganti dari intensitas ringan hingga deras.

Suasana dingin pun terasa menyelimuti wilayah ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu tersebut.

Baca juga: Produksi Menurun, Durian Lokal Kapuas Hulu Tetap Diburu Pembeli

Tak hanya genangan di jalanan, peningkatan debit air juga terlihat di Sungai Kapuas. 

Air sungai tampak keruh dengan arus yang membawa berbagai material dari wilayah hulu, termasuk kayu dan sampah yang hanyut mengikuti aliran sungai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, mengatakan curah hujan di wilayah Kapuas Hulu masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rendah dan rawan banjir diminta tetap siaga.

Baca juga: Polres Kapuas Hulu gelar Asistensi Fungsi SDM 2026 untuk Tingkatkan Administrasi Personel

"Dalam kondisi cuaca dingin dan hujan seperti ini, kami terus melakukan monitor setiap daerah-daerah yang mudah terjadi banjir," ujarnya kepada Tribun Pontianak.

Menurut Gunawan, tingginya debit Sungai Kapuas saat ini dipengaruhi oleh hujan yang terjadi di wilayah perhuluan sungai.

Meski demikian, hingga Selasa siang pihaknya belum menerima laporan adanya banjir yang menyebabkan dampak signifikan terhadap permukiman warga.

"Sejauh ini belum ada laporan terjadi banjir akibat curah hujan," katanya.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Kapuas Hulu Buka Turnamen E-Sport Kapolres Cup Road to Kapolri Cup

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi mendung hingga hujan ringan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. 

Situasi tersebut membuat BPBD terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir.

Selain banjir, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi tanah longsor, terutama bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan maupun kawasan dengan kontur tanah yang labil.

Gunawan mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi bencana alam di lingkungan masing-masing agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

"Kalau merasa terdampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, segera melaporkan ke petugas setempat, pemerintah desa hingga kecamatan agar cepat berkoordinasi dengan kami di kabupaten," pesannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.